
Kota Lama Semarang Jadi Pilihan Wisatawan Saat Malam Tahun Baru 2026
Kota Lama Semarang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan untuk merayakan malam tahun baru 2026. Destinasi yang terkenal dengan nuansa kota kolonial ini dipilih karena suasana yang nyaman dan banyaknya spot foto yang menarik. Banyak pengunjung mengaku senang berada di sini karena bisa menikmati keindahan arsitektur serta kesan historis yang kental.
Rois Farhan Maulana, seorang wisatawan asal Salatiga, mengatakan bahwa ia sudah tiga kali berturut-turut menghabiskan malam tahun baru di Kota Lama Semarang. Ia menyukai ketenangan dan keunikan tempat ini yang membuat perayaan tahun baru lebih berkesan.
"Meskipun ada larangan menggunakan kembang api, saya tetap ingin datang ke sini karena ingin merasakan suasana yang berbeda. Ini juga sebagai bentuk penghormatan kepada saudara-saudara kita di Sumatra yang sedang menghadapi bencana," ujarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa Kota Lama Semarang dipadati oleh ratusan pengunjung sejak pukul 20.00 WIB. Akses jalan yang biasanya ramai kendaraan bermotor ditutup pada pukul 21.00, sehingga membuat wisatawan lebih leluasa berfoto dan berkeliling tanpa gangguan lalu lintas.
Yurike Meysa, wisatawan asal Padang, mengaku terkesan dengan keramaian dan keindahan Kota Lama Semarang. Ia mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya ia mengunjungi tempat tersebut.
"Bagus dan ramai. Saya suka banyaknya spot foto yang bisa dijadikan tempat berswafoto," katanya.
Geovani Anabela, pengunjung asal Kebumen, menyebut bahwa ia memilih Kota Lama Semarang karena ramai dan layak dikunjungi. Ia juga mengaku baru pertama kali merayakan tahun baru di sini.
"Di sini ramai, banyak pengunjung, dan banyak tempat untuk foto. Saya harap tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik bagi Indonesia," ujarnya.
Pengamanan Perayaan Tahun Baru 2026
Untuk memastikan kelancaran dan keamanan perayaan tahun baru 2026, Polrestabes Semarang menerjunkan 1.350 personel dalam operasi pengamanan. Personel tersebut disebar ke 18 pos pengamanan dan empat pos pelayanan, serta satu pos terpadu.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol M. Syahduddi, menjelaskan bahwa patroli akan dilakukan melalui berbagai metode seperti sepeda motor, mobil, dan jalan kaki. Patroli jalan kaki khususnya dilakukan di Kota Lama Semarang agar wisatawan merasa nyaman saat berwisata.
Selain itu, personel juga melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi rawan untuk mencegah terjadinya tindakan pidana seperti pesta minuman keras atau balap liar. Operasi ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang aman dan tertib selama perayaan tahun baru.
Syahduddi juga meminta masyarakat untuk tetap patuh dengan aturan yang diberlakukan. Salah satunya adalah tidak menggunakan kembang api, mercon, flare, atau alat sejenis lainnya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada warga Sumatra yang masih terdampak bencana.
"Personel akan membawa alat pengeras suara untuk mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan barang-barang tersebut. Kami juga menolak semua pengajuan izin kembang api untuk perayaan tahun baru," jelasnya.
Dengan pengamanan yang ketat dan kesadaran masyarakat, diharapkan perayaan tahun baru 2026 berlangsung lancar dan aman. Para pengunjung juga berharap tahun ini membawa kebahagiaan, stabilitas politik yang lebih baik, serta terhindar dari bencana alam.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar