Kriminalitas Meningkat, Narkoba Meledak, Polres Tulungagung Umumkan Data 2025

Kriminalitas Meningkat, Narkoba Meledak, Polres Tulungagung Umumkan Data 2025

Capaian Kinerja Polres Tulungagung Tahun 2025

Dalam konferensi pers akhir tahun yang digelar di Gedung Sarja Arya Racana, Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi menyampaikan capaian kinerja jajaran Polres sepanjang tahun 2025. Dalam pemaparan tersebut, ia memberikan data lengkap mengenai berbagai aspek seperti penanganan kriminalitas, narkoba, lalu lintas, pelayanan publik, serta dukungan terhadap program Asta Cita Presiden RI.

Tercatat sebanyak 423 kasus kriminalitas pada tahun ini, meningkat 40 kasus atau 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski jumlah kasus naik, jumlah tersangka justru menurun dari 180 orang pada 2024 menjadi 149 orang di 2025. Menurut AKBP Taat, kenaikan kasus bukan disebabkan oleh manipulasi data, melainkan kesadaran hukum masyarakat yang semakin tinggi sehingga setiap peristiwa dilaporkan ke polisi.

Kasus yang mendominasi antara lain pencurian dengan pemberatan, penipuan daring, dan curanmor. Sebaliknya, laporan perlindungan anak, penganiayaan berat, pengeroyokan, perjudian, hingga pemerasan mengalami penurunan. Beberapa perkara menonjol tahun ini meliputi tindak pidana korupsi dana bergulir PNPM, penyalahgunaan dana desa, pelanggaran perlindungan konsumen, serta penyuntikan LPG subsidi.

Konflik antarperguruan pencak silat yang sempat marak pada 2024 tidak lagi masuk ranah pidana di 2025. Dari 19 insiden yang terjadi, seluruhnya diselesaikan secara internal berkat kesepakatan pimpinan perguruan.

Gangguan kamtibmas non-kriminal turun tipis dari 194 menjadi 190 kejadian. Sementara kasus bunuh diri tetap 15 kejadian, mayoritas di Kecamatan Ngunut dan Pagerwojo. Untuk kriminal khusus, terjadi kenaikan 17 persen, terutama kasus fidusia, ITE, dan korupsi.

Penanganan Narkoba dan Lalu Lintas

Di bidang narkoba, Polres Tulungagung mencatat lonjakan signifikan. Tahun 2025 ada 144 kasus dengan 183 tersangka, naik 59 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kecamatan Kedungwaru menjadi wilayah dengan tersangka terbanyak.

Laka lantas juga meningkat 13 persen, dari 999 menjadi 1.143 kejadian. Namun korban meninggal dunia justru turun dari 154 menjadi 147 orang. Penindakan pelanggaran lalu lintas tercatat 24.277 kasus, turun drastis 57 persen dibandingkan 2024.

Pelayanan Publik dan Inovasi

Selain penegakan hukum, Polres Tulungagung juga mencatat capaian di bidang pelayanan publik. Laporan kehilangan naik 10,9 persen, sementara laporan orang hilang turun 2 persen. Permohonan SKCK melonjak 55,8 persen, dipicu kebutuhan administrasi PPPK, PPG, dan rekrutmen BUMN.

Kapolres menambahkan, seluruh aksi unjuk rasa sepanjang 2025 berlangsung aman dan kondusif. Jumlah personel berprestasi juga meningkat, dari 206 menjadi 262 anggota.

Dalam hal aset, 12 Polsek sudah bersertifikat atas nama Polri, meski masih ada beberapa yang berstatus milik desa, Pemkab, maupun perorangan.

Polres Tulungagung turut menghadirkan inovasi, seperti Gugus Tugas Penanggulangan Konflik Pencak Silat, bakti sosial di 19 kecamatan, pembangunan 22 sumur bor, hingga program Safari Mobil Senyum. Festival balon udara yang digelar juga sukses menyedot 30 ribu penonton sebagai upaya edukasi bahaya balon liar.

Dukungan terhadap Program Asta Cita

Dukungan terhadap Asta Cita Presiden RI diwujudkan dengan pembangunan tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, serta capaian luar biasa dalam serapan jagung Bulog yang melampaui target hingga 666 persen. Distribusi beras SPHP juga menembus 294,6 persen dari target, menempatkan Polres Tulungagung di jajaran teratas Polda Jatim.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan