Kronologi sopir truk alami serangan jantung, 2 pesepeda tewas di Tulungagung

Kronologi sopir truk alami serangan jantung, 2 pesepeda tewas di Tulungagung

Kecelakaan Maut di Jalan Raya Boyolangu, Dua Pesepeda Tewas

Sebuah kejadian tragis terjadi di Jalan Raya Boyolangu, Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, pada Jumat (12/12/2025) malam. Truk bernomor polisi AG 9219 UY menabrak dua pesepeda hingga meninggal dunia. Peristiwa ini berawal dari sebuah truk yang melaju dari arah utara dengan muatan penuh gula dari Trenggalek.

Truk tersebut dikemudikan oleh Agus Sutanto (46), warga Desa Pecangakan, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, yang lahir di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Menurut keterangan Kapolsek Boyolangu AKP Retno Pujiarsih, sejak awal perjalanan, truk terlihat berjalan zig-zag dan tidak stabil.

Di depan SDN 01 Boyolangu, truk menabrak Basuki (69), warga Desa Boyolangu, yang sedang mengayuh sepeda dari arah utara ke selatan. Korban ditabrak dari belakang dan mengalami luka serius hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Usai menabrak korban pertama, truk tidak berhenti dan terus melaju ke arah selatan dalam kondisi oleng.

Sekitar 230 meter dari titik tabrakan pertama, tepatnya di depan Puskesmas Boyolangu, truk kembali menabrak Supeno (69), juga warga Desa Boyolangu, yang tengah bersepeda. Supeno ditabrak dari belakang dan mengalami luka parah. Sepedanya bahkan terseret hingga masuk ke kolong truk.

“Kedua pesepeda meninggal dunia akibat luka serius. Sepeda milik Supeno sampai berada di kolong truk,” ujar AKP Retno. Truk baru berhenti setelah menabrak sebuah toko di depan Koramil Boyolangu, merusak tiang besi papan nama toko. Saat petugas melakukan pemeriksaan, sopir truk ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di balik kemudi.

Personel Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi tubuh sopir di dalam kabin. Dugaan sementara, sopir meninggal akibat serangan jantung saat mengemudi sehingga truk melaju tanpa kendali. “Menurut keterangan temannya, sopir memiliki riwayat sesak napas. Yang pasti, sopir meninggal dunia di dalam mobil,” tegas AKP Retno.

Hingga saat ini, Polsek Boyolangu bersama Unit Inafis masih mendalami penyebab pasti kematian sopir truk tersebut. Sementara itu, Kepala Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tulungagung Ipda Gery Permana mengatakan pihaknya juga melakukan penyelidikan terkait kecelakaan lalu lintas tersebut.

Unit Gakkum masih memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian dan berencana menggelar olah tempat kejadian perkara lanjutan. “Kami akan mengagendakan olah TKP besok,” ujar Gery.

Fakta-Fakta Terkait Kecelakaan

  • Truk bermuatan penuh gula yang melaju dari arah utara menuju selatan.
  • Sopir truk, Agus Sutanto, ditemukan meninggal dunia di balik kemudi.
  • Dugaan sementara menyebut bahwa sopir mengalami serangan jantung.
  • Korban pertama adalah Basuki (69), yang meninggal akibat luka serius.
  • Korban kedua adalah Supeno (69), yang juga meninggal dunia setelah ditabrak dari belakang.
  • Sepeda Supeno terseret hingga masuk ke kolong truk.
  • Truk berhenti setelah menabrak sebuah toko di depan Koramil Boyolangu.
  • Tim penyelidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan rencananya akan menggelar olah TKP lanjutan.

Tindakan yang Dilakukan Petugas

Petugas dari Polsek Boyolangu dan Unit Inafis telah melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi sopir truk. Selain itu, mereka juga memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang kejadian tersebut.

Selain itu, pihak kepolisian juga akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan untuk memastikan semua fakta terungkap. Proses penyelidikan ini sangat penting guna menentukan penyebab pasti dari kecelakaan maut ini.

Kesimpulan

Kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Boyolangu menjadi peringatan penting tentang keselamatan berkendara, terutama bagi pengemudi yang membawa kendaraan dengan muatan berat. Kehilangan dua nyawa dalam kejadian ini sangat disesalkan, dan pihak berwajib terus berupaya mencari kebenaran agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan