Kronologi Warga Desa Panggalih Garut Diancam Keluarga Kades Gara-Gara Posting Jalan Rusak

Kronologi Warga Desa Panggalih Garut Diancam Keluarga Kades Gara-Gara Posting Jalan Rusak

Warga Garut Dianiaya Keluarga Kepala Desa Gara-gara Posting Jalan Rusak

Seorang warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami intimidasi dan kekerasan dari keluarga kepala desa setempat lantaran mengunggah video tentang kerusakan jalan di wilayahnya. Kejadian ini viral di media sosial dan menimbulkan perhatian masyarakat terhadap isu yang terjadi.

Peristiwa yang Menghebohkan

Holis Muhlisin (31), warga Kampung Babakangadoh RT01 RW06, Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, mengaku menjadi korban intimidasi oleh sejumlah anggota keluarga kepala desa. Ia mengunggah video yang menunjukkan tindakan tersebut di media sosial, khususnya Facebook.

Kejadian tersebut terjadi pada 27 Oktober 2025. Holis mengunggah video tersebut pada 31 Desember 2025. Dalam video tersebut, ia terlihat diinterogasi dan dimaki-maki dengan nada tinggi oleh empat orang yang diduga merupakan anggota keluarga kepala desa.

Penjelasan Korban

Holis menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula saat dirinya ingin bertemu seseorang di wilayah desanya untuk membicarakan urusan akun Facebook. Namun, pertemuan itu dilakukan di halaman rumah kepala desa, yaitu di Kampung Pasircamat.

Ia mengatakan bahwa urusan dengan temannya soal akun Facebook palsu sudah selesai. Namun, tiba-tiba ada beberapa keluarga kepala desa yang mengintimidasi dirinya. Empat orang yang terlibat dalam intimidasi tersebut adalah istri, anak, menantu, serta keponakan kepala desa.

Holis mengaku sempat mendapatkan kekerasan berupa cekikan di leher dan pukulan di punggungnya. Ia merasa tidak nyaman karena diintimidasi oleh orang lain. Menurutnya, ia hanya melakukan postingan tersebut demi kemajuan desa.

Video yang Viral

Dalam video yang diunggah Holis, terlihat bahwa keluarga kepala desa memaki-makinya. Beberapa di antara mereka bahkan mengucapkan kalimat hinaan terhadap korban. Holis hanya bisa terdiam sementara dua laki-laki dan satu perempuan terus memaki-makinya.

Video tersebut direkam oleh teman Holis yang sebelumnya telah janji dengan dirinya. Hal ini menunjukkan bahwa kejadian tersebut direncanakan dan direkam secara sengaja.

Tindakan Awal dari BPD

Sebelum kejadian tersebut, Holis juga mengaku sempat dipanggil oleh Badan Bermusyawatan Desa (BPD) Panggalih pada 14 Oktober. Dalam pertemuan tersebut, BPD mengingatkan Holis agar mengkritik secara santun tanpa menyebutkan nama desa.

Menurut Holis, ia sebenarnya takut saat akan mengunggah konten tersebut. Namun, ia ingat kata-kata Pak Gubernur yang mengimbau warga untuk mengunggah pembangunan di desa.

Respons dari Pihak Terkait

Tribun telah mencoba melakukan konfirmasi terkait peristiwa ini melalui BPD Panggalih. Hingga Minggu malam, pihak BPD belum memberikan respons.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan