Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 83 Bab 3 Kurikulum Merdeka

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 83 Bab 3 Kurikulum Merdeka

Bab 3: Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Berfoya-foya, Riya’, Sum’ah, Takabur, dan Hasad

Dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas 10 Kurikulum Merdeka, Bab 3 menawarkan topik penting tentang bagaimana menjalin kehidupan yang bermanfaat dengan menghindari sikap-sikap negatif seperti berfoya-foya, riya’, sum’ah, takabur, dan hasad. Topik ini dirancang agar siswa dapat memahami konsekuensi dari perilaku-perilaku tersebut serta cara menghindarinya dalam kehidupan sehari-hari.

Siswa diajak untuk menganalisis manfaat dari menjauhi sifat-sifat buruk tersebut. Selain itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk membuat karya berupa quote dan mempublikasikannya di media sosial. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai-nilai agama secara kreatif dan interaktif.

Siswa didorong untuk terbiasa bersikap rendah hati dan tidak terjebak pada sifat-sifat negatif yang bisa merusak hubungan dengan sesama maupun dengan Tuhan. Melalui proses pembelajaran ini, siswa diharapkan dapat lebih sadar akan pentingnya mengendalikan diri dan menjaga hati dari nafsu yang berlebihan.

Untuk memperkuat pemahaman siswa, mereka diminta mengerjakan Penilaian Pengetahuan Bagian B yang terdapat pada halaman 83 buku PAI dan Budi Pekerti Kelas 10 Semester I. Buku ini diterbitkan oleh Pusat Perbukuan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek (2021), disusun oleh Ahmad Taufik dan tim.

Sebagai pendamping belajar di rumah, berikut ini disediakan kunci jawaban Penilaian Pengetahuan Bagian B di halaman 83 yang dapat membantu siswa dan orang tua mengevaluasi pemahaman materi. Kunci jawaban ini bukanlah solusi instan, tetapi alat refleksi agar proses belajar lebih terarah dan bermakna.

Panduan ini juga bermanfaat bagi guru maupun pendamping belajar dalam melakukan penilaian yang objektif sehingga setiap tahapan pembelajaran dapat dilalui dengan lebih baik.

Soal dan Jawaban Penilaian Pengetahuan Bagian B

J. Penilaian
2. Penilaian Pengetahuan
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar!

  1. Secara kodrat alamiah, manusia memang memiliki tabiat mencintai harta. Pada saat uang dan hartanya melimpah, perilakunya bisa berubah menjadi lebih konsumtif. Mengapa bisa demikian? Bagaimana caranya agar terhindar dari sifat konsumtif?

Jawaban:
Manusia secara kodrat memiliki tabiat mencintai harta, sehingga ketika uang dan hartanya berlimpah, ia cenderung membeli barang lebih banyak atau mengikuti gaya hidup mewah. Untuk menghindari sifat konsumtif, seseorang dapat: - Menetapkan anggaran dan rencana keuangan yang jelas. - Mengutamakan kebutuhan daripada keinginan. - Bersedekah atau menyisihkan sebagian harta untuk amal. - Selalu introspeksi diri dan mengingat tujuan hidup yang lebih bermakna.

  1. Sifat berfoya-foya akan berdampak negatif dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah memicu frustasi dan tekanan batin, takut hartanya habis. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jelaskan!

Jawaban:
Sifat berfoya-foya membuat seseorang selalu tergantung pada kepemilikan materi dan takut kehilangan harta. Ketika harta berkurang atau tidak cukup, muncul rasa cemas, khawatir, dan frustrasi. Hal ini karena kebahagiaan terlalu tergantung pada materi, bukan pada ketenangan batin atau nilai spiritual.

  1. Sifat riya’ dan sum’ah bisa muncul pada diri seseorang pada saat melakukan ibadah ataupun setelah melakukannya. Rasulullah Saw. menegaskan bahwa riya’ termasuk syirik khafi. Jelaskan apa yang dimaksud dengan syirik khafi!

Jawaban:
Syirik khafi adalah syirik tersembunyi atau halus, yaitu ketika seseorang melakukan perbuatan seolah-olah untuk Allah, tetapi niatnya untuk mendapatkan pujian atau pengakuan dari manusia. Contohnya, beribadah agar terlihat baik oleh orang lain.

  1. Ditinjau dari bentuknya, riya’ dibagi menjadi dua, yaitu riya’ dalam niat dan riya’ dalam perbuatan. Sebutkan sebuah contoh riya’ dalam niat!

Jawaban:
Contoh riya’ dalam niat adalah seseorang yang berniat shalat bukan semata-mata karena Allah, tetapi ingin dipuji orang lain atas ketaatannya.

  1. Salah satu sifat tercela yang termasuk dosa besar adalah takabur. Oleh karenanya setiap umat Islam harus berusaha sekuat tenaga untuk menghindari sifat tersebut. Sebutkan ciri-ciri orang yang bersifat takabur!

Jawaban:
Ciri-ciri orang yang bersifat takabur: - Merasa dirinya lebih tinggi atau lebih mulia daripada orang lain. - Suka memandang rendah orang lain. - Sulit menerima kritik atau nasihat. - Memamerkan kekayaan, kekuasaan, atau kemampuan untuk mendapatkan pengakuan. - Tidak mau mengakui kesalahan dan selalu ingin dihormati.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan