Lampu Lalu Lintas Topoyo Mati Sebulan, DPRD Mateng Kecam Kelalaian Balai

Lampu Lalu Lintas Topoyo Mati Sebulan, DPRD Mateng Kecam Kelalaian Balai

Kondisi Lampu Lalulintas di Desa Topoyo Menjadi Perhatian

Kondisi lalu lintas di jalur Trans Sulawesi, khususnya di Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Provinsi Sulawesi Barat, menjadi sorotan masyarakat. Hal ini terkait dengan lampu lalu lintas di simpang tiga Poros Topoyo-Tumbu yang telah mati total hampir satu bulan tanpa mendapatkan perbaikan.

Wakil Ketua DPRD Mateng, Hamka, menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan fasilitas tersebut. Ia menilai kerusakan lampu merah yang justru menyala merah di semua jalur sangat berbahaya dan berpotensi memicu kecelakaan, terlebih karena lokasi tersebut merupakan salah satu titik paling padat kendaraan.

"Ini tidak boleh dibiarkan. Harus ada penanganan serius karena risikonya sangat tinggi," ujarnya pada Jumat, 12 Desember 2025.

Hamka menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelusuran pihaknya, lampu lalu lintas tersebut masih berada di bawah tanggung jawab Balai. Ia mengkritik lambatnya respons dari pihak terkait yang dinilai sangat mengganggu keselamatan pengguna jalan, termasuk kendaraan antarprovinsi yang melintas setiap hari.

"Kita tidak ingin ada korban. Saya sudah komunikasikan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Mateng, dan ternyata lampu itu masih tanggung jawab Balai," ujarnya.

Sebagai anggota Partai Demokrat, Hamka menyerukan kepada Balai untuk segera melakukan perbaikan dan tidak lagi mengulur waktu sebelum terjadi insiden lebih besar.

"Ini tidak boleh berlarut-larut. Balai harus bertanggung jawab," tegasnya.

Ia juga menilai bahwa sistem pengawasan dan pemeliharaan lampu lalu lintas idealnya berada di bawah Dishub setempat agar penanganan gangguan bisa dilakukan lebih cepat tanpa menunggu proses birokrasi.

"Saya minta Dishub Mateng segera menyurati Balai untuk proses penyerahan wewenang pemeliharaan rambu dan lampu lalu lintas," pungkasnya.

Penyebab Kerusakan dan Tantangan dalam Pemeliharaan

Lampu lalu lintas yang mati total di simpang tiga Poros Topoyo-Tumbu menjadi masalah serius bagi masyarakat sekitar. Lokasi tersebut tidak hanya menjadi jalur utama, tetapi juga menjadi titik penting bagi transportasi antar daerah. Tanpa adanya lampu lalu lintas yang berfungsi, arus lalu lintas menjadi tidak terkendali, meningkatkan risiko kecelakaan.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kerusakan lampu lalu lintas antara lain usia lampu yang sudah tua, cuaca ekstrem, atau kurangnya pemeliharaan rutin. Namun, penyebab utama saat ini adalah belum adanya koordinasi yang baik antara pihak Balai dan Dishub Mateng dalam hal tanggung jawab dan penanganan perbaikan.

Selain itu, proses birokrasi yang rumit juga menjadi hambatan dalam menyelesaikan masalah ini. Dalam beberapa kasus, penanganan masalah infrastruktur seperti lampu lalu lintas sering kali terlambat karena perlu persetujuan dari berbagai instansi.

Solusi yang Diharapkan

Untuk mengatasi masalah ini, beberapa solusi diperlukan. Pertama, perlu adanya koordinasi yang lebih baik antara Balai dan Dishub Mateng dalam hal tanggung jawab pemeliharaan lampu lalu lintas. Dengan demikian, penanganan gangguan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Kedua, diperlukan program pemeliharaan rutin terhadap lampu lalu lintas dan rambu-rambu lalu lintas di seluruh wilayah. Ini akan membantu menghindari kerusakan yang berkelanjutan dan memastikan keselamatan pengguna jalan.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan mematuhi aturan lalu lintas sementara lampu lalu lintas sedang dalam proses perbaikan. Dengan kesadaran bersama, risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

Kesimpulan

Masalah lampu lalu lintas yang mati di Desa Topoyo menjadi isu penting yang perlu segera ditangani. Dengan adanya koordinasi yang baik antara instansi terkait, serta program pemeliharaan yang lebih intensif, kondisi ini dapat segera diperbaiki. Selain itu, kesadaran masyarakat akan keselamatan lalu lintas juga menjadi faktor penting dalam menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan