
Edukasi Perencanaan Keuangan untuk Calon Jamaah Haji dan Umrah
Calon jemaah haji dan umrah di Surabaya kembali mendapatkan edukasi mengenai perencanaan keuangan yang sehat dan terarah. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Persada Indonesia Umrah dan Haji Surabaya bekerja sama dengan Pegadaian Kanwil Surabaya. Tujuannya adalah memberikan pemahaman kepada calon jamaah agar mampu mengelola dana secara efektif tanpa terjebak pada pinjaman online.
Prita Hapsari Ghozie, perencana keuangan dari Persada Indonesia, menekankan pentingnya membuat rencana keuangan yang kuat dalam mempercepat perjalanan haji. Ia menilai bahwa penggunaan pinjaman online (Pinjol) tidak diperbolehkan karena bisa berdampak negatif bagi keuangan pribadi maupun kegamaan.
"Jangan sampai karena perencanaan keuangan yang tidak sehat lari ke Pinjol demi mempercepat ibadah haji," ujar Prita saat berbicara dalam forum Edu Haji Forum.
Forum Edukasi Calon Jamaah Haji dan Umrah
Forum edukasi yang digelar dengan tema Finansial Kuat Hati Tenang dihadiri oleh puluhan peserta dari Surabaya dan sekitarnya. Acara ini dilaksanakan di Hotel Grand Swiss Bell Jl Bintoro Surabaya. Selain Prita, hadir juga Alincia Windi dari Pegadaian serta Ustad Zein Abidin, motivator dan pembimbing haji dari Persada Indonesia.
Pegadaian turut memberikan solusi dalam percepatan naik haji melalui program Arum Safar. Program ini menawarkan opsi pembiayaan setoran awal haji yang dapat membantu calon jamaah merencanakan dana secara lebih terstruktur.
Langkah-Langkah Cermat dalam Perencanaan Dana Haji
Prita menyampaikan beberapa langkah penting dalam merencanakan dana haji. Pertama, calon jamaah harus menentukan jenis haji yang ingin diambil, apakah haji reguler atau haji plus. Hal ini akan memengaruhi besaran setoran awal.
Berikutnya, calon jamaah perlu mengukur kemampuan finansial mereka. Untuk haji reguler, setoran awal biasanya berkisar antara Rp 25 juta. Dengan menetapkan tujuan yang jelas, calon jamaah dapat lebih mudah mengatur anggaran dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu.
Mengelola Prioritas Keuangan
Prita menekankan pentingnya mengelola prioritas keuangan. Ia menyarankan agar calon jamaah tidak terpengaruh oleh tren pinjaman online atau judi online. "Saat ini banyak orang tergoda dengan pinjaman online. Saya sarankan tetap fokus pada tujuan utama dana haji dan hindari tren tersebut," katanya.
Peserta EduHaji Forum Persada Indonesia sangat antusias dalam mengikuti sesi ini. Yanti, salah satu peserta dari Tuban, meminta penjelasan tentang model dana haji. Ia bertanya, "Mana yang lebih tepat saat pelunasan haji? Apakah cukup aman menyimpan uang, atau malah dengan cicilan?"
Penutup
Edukasi seperti ini menjadi penting untuk memastikan calon jamaah memiliki persiapan yang matang baik secara finansial maupun spiritual. Dengan perencanaan yang baik, calon jamaah tidak hanya siap menjalani ibadah haji, tetapi juga terhindar dari risiko keuangan yang tidak terduga.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar