Lapangan Karanggayam Jadi Pusat Latihan Atlet dan Sejarah Persebaya


Surabaya Pemerintah Kota Surabaya sedang melakukan transformasi besar-besaran terhadap Lapangan Karanggayam. Sebelumnya, lapangan ini hanya berfungsi sebagai tempat latihan bagi atlet lokal. Kini, pihak pemerintah berencana mengubahnya menjadi kawasan pembinaan atlet yang lebih lengkap dan representatif.

Setelah proses perbaikan rumput hampir selesai, Pemkot Surabaya mulai menyiapkan pembangunan fasilitas pendukung lainnya yang akan dimulai pada tahun 2026. Kabid Bangunan Gedung DPRKPP Surabaya, Iman Krestian, menjelaskan bahwa fokus utama pada tahun ini adalah penyelesaian perbaikan rumput yang telah mencapai 98 persen. Sementara itu, penambahan fasilitas utama akan dilakukan pada tahun depan.

Kelengkapan fasilitas belum termasuk dalam pekerjaan tahun ini. Tahun depan masih ada pekerjaan lanjutan, ujar Iman, Jumat (12/12).

Dalam rencana pembangunan tersebut, pihak pemerintah memprioritaskan pengembangan standar lapangan latihan profesional. Beberapa fasilitas yang akan dibangun antara lain:

  • Pemasangan lampu dengan kapasitas 800 Lux untuk memenuhi standar pencahayaan.
  • Ruang ganti atlet yang nyaman dan terpisah untuk para pemain.
  • Toilet yang memadai dan mudah diakses oleh semua pengguna.
  • Tribun portable yang bisa digunakan untuk pertandingan atau acara tertentu.

Selain itu, area pemulihan dan peningkatan kondisi fisik atlet juga akan disediakan melalui pembangunan kolam air panas dan air dingin. Kolam-kolam ini bertujuan untuk membantu atlet dalam proses pemanasan dan pendinginan tubuh setelah berlatih atau bertanding.

Kami akan melengkapi dengan kolam air dingin dan air panas di sana. Pasti untuk menjaga kelengkapan pemanasan dan pendinginannya atlet, tambah Iman.

Menariknya, Pemkot Surabaya juga sedang mempertimbangkan penambahan fungsi baru untuk Lapangan Karanggayam, yaitu sebagai ruang sejarah Persebaya. Salah satu usulan yang muncul adalah adanya ruangan museum mini yang menyimpan memorabilia dari pemain legendaris seperti Eri Irianto.

Ada Wisma Eri Irianto, ada data penghargaan, sepatu emas, mungkin kami konsep menjadi museumnya, tetapi Persebaya sudah membuat museum di Gelora Bung Tomo (GBT), jelas Iman.

Namun, rencana tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut bersama Askot PSSI dan manajemen Persebaya karena belum final.

Kami masih diskusi lagi ini nanti seperti apa, dengan Askot PSSI maupun dengan Persebaya Surabaya nanti seperti apa, itu masih didiskusikan oleh Dispora, kata Iman.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan