Lapas Ngawi Gagalkan Penyelundupan Narkoba via Lemparan Deodoran dan Minyak Rambut

Lapas Ngawi Gagalkan Penyelundupan Narkoba via Lemparan Deodoran dan Minyak Rambut

Penyelundupan Narkotika ke Dalam Lapas Ngawi Meningkat, Modus Pelemparan dari Luar Tembok

Penyelundupan narkotika ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) semakin bervariasi dan menunjukkan inovasi yang terus berkembang. Hal ini juga terjadi di Lapas Kelas IIB Ngawi, yang kini tengah menghadapi tantangan baru dalam menjaga keamanan dan ketertiban penghuni lapas.

Lokasi Penemuan Barang Terlarang

Pada Selasa (23/12/2025), sekitar pukul 05.30 WIB, petugas Lapas Kelas IIB Ngawi menemukan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu di area brandgang, yaitu jalan setapak yang berdekatan dengan kamar warga binaan. Penemuan tersebut dilakukan oleh regu pengamanan saat sedang melakukan kontrol rutin.

Barang bukti ditemukan dalam kemasan deodoran Rexona Roll On Warna Hijau. Di dalamnya terdapat empat plastik klip yang berisi kristal bening yang diduga merupakan sabu-sabu. Penemuan ini menjadi indikasi kuat bahwa narkotika tersebut diselundupkan melalui modus pelemparan dari luar tembok Lapas oleh orang luar.

Penyisiran dan Pemeriksaan Intensif

Setelah menemukan barang tersebut, petugas langsung melakukan penyisiran dan pemeriksaan intensif di seluruh area Lapas untuk memastikan tidak ada barang terlarang lainnya yang tertinggal. Kalapas Kelas IIB Iwan Setiawan menyampaikan bahwa tindakan ini dilakukan sebagai upaya mencegah adanya penyelundupan lanjutan.

Pada pukul 10.04 WIB, kembali ditemukan barang mencurigakan berupa deodoran Rexona Roll On Warna Hitam. Di dalamnya terdapat satu klip plastik yang diduga berisi sabu-sabu, satu klip plastik lainnya yang diduga ekstasi atau inex, serta dua buah pipet kaca.

Penyisiran dilanjutkan hingga area luar Lapas. Sekitar pukul 11.00 WIB, petugas kembali menemukan barang serupa di area luar tembok Lapas sebelah timur. Barang tersebut ditemukan tepat di atas atap seng sebuah warung. Isinya adalah minyak rambut Gatsby Pomade yang di dalamnya terdapat plastik klip yang diduga berisi sabu-sabu.

Modus Operandi yang Semakin Canggih

Modus operandi penyelundupan narkotika ke dalam Lapas kini semakin canggih. Para pelaku menggunakan teknik pelemparan dari luar tembok, sehingga membuat petugas kesulitan dalam mendeteksi dan mencegah penyelundupan. Teknik ini menunjukkan bahwa para pelaku memiliki pengetahuan tentang sistem keamanan Lapas dan cara menghindarinya.

Tidak hanya itu, barang bukti yang diselundupkan juga dibungkus dalam kemasan yang tidak mencurigakan, seperti deodoran dan pomade. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku telah mempersiapkan diri secara matang sebelum melakukan aksinya.

Upaya Investigasi dan Penangkapan

Sampai saat ini, pihak Lapas masih melakukan investigasi untuk mengetahui motif dan identitas pelaku. Hingga kini, belum ada informasi pasti mengenai siapa yang terlibat dalam penyelundupan ini. Namun, pihak Lapas tetap bersikap waspada dan meningkatkan pengawasan guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

Petugas juga terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan lembaga terkait untuk mempercepat proses penyelidikan dan penangkapan pelaku. Tindakan tegas akan diambil jika ditemukan bukti kuat yang mengarah pada pihak tertentu.

Langkah Pencegahan dan Pengamanan

Selain itu, pihak Lapas juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan dan protokol pengawasan. Langkah-langkah pencegahan seperti pemeriksaan lebih ketat terhadap semua barang yang masuk ke dalam Lapas akan diperkuat.

Kepala Lapas Iwan Setiawan menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas. “Kami akan terus melakukan langkah-langkah preventif dan reaktif untuk mengatasi ancaman narkotika,” ujarnya.

Dengan situasi yang semakin memprihatinkan, diperlukan kolaborasi antara pihak Lapas, polisi, dan masyarakat untuk memastikan bahwa Lapas tetap aman dari ancaman narkotika.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan