Lebih Aman dan Seru! Coba Wahana Kano Terbaru di Kali Pusur

Lebih Aman dan Seru! Coba Wahana Kano Terbaru di Kali Pusur

Kali Pusur Kini Menawarkan Pengalaman Baru dengan Susur Sungai Menggunakan Kano

Kali Pusur, yang sebelumnya dikenal sebagai tempat wisata tubing, kini menawarkan pengalaman baru yang tak kalah menarik yaitu susur sungai menggunakan kano. Wahana ini baru saja beroperasi selama sebulan terakhir dan langsung menarik perhatian banyak wisatawan.

Titik kumpul untuk kegiatan ini berada di Dukuh Beku, Desa Wangen, Polanharjo—yang terletak tepat di belakang gedung IPHI Polanharjo. Rute susur sungai ini mencakup jarak sepanjang 2 km, mulai dari bawah Jembatan Karanglo hingga ujung Desa Wangen. Sepanjang perjalanan, suasana alam yang asri dan teduh menjadi pemandangan yang menyenangkan bagi para pengunjung.

Dengan menggunakan kano, pengalaman susur sungai terasa lebih stabil dan fokus pada eksplorasi panorama sungai. Ini menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin mencoba sensasi baru selain tubing.

Keamanan dan Kenyamanan Terjamin

Setiap peserta wajib memakai helm dan pelampung sesuai SOP, sehingga pengalaman lebih aman sekaligus nyaman. Pengunjung sendiri yang mendayung kano, namun tidak perlu khawatir karena kru pendamping selalu mengawasi dari awal hingga akhir.

Jalurnya bervariasi, mulai dari aliran deras di antara bebatuan hingga bagian air yang tenang. Di tengah rute terdapat Bendungan Wangen, spot foto favorit yang biasanya membuat wisatawan berhenti sebentar untuk mengabadikan momen.

Dibandingkan tubing yang memakai ban, kano menawarkan kontrol yang lebih baik terhadap arah perjalanan. Arusnya pun terasa lebih menantang namun tetap manageable. Perpaduan keamanan dan keseruan inilah yang membuat kano semakin diminati.

Respons Positif dari Wisatawan dan Tarif yang Terjangkau

Ketua pengelola, Aris Wardoyo, menegaskan bahwa kano adalah opsi yang lebih aman dan elegan dibanding tubing. “Mungkin bisa dibilang, kano ini menjadi pilihan lebih safety. Makanya, untuk kano ini mungkin tarifnya di atas tubing ban,” kata Aris.

Ia menawarkan dua paket rute, yaitu short trip 1 km dengan waktu tempuh sekitar 50 menit, serta long trip 2 km dengan estimasi 1 jam 15 menit. Tarif short trip Rp60.000 untuk weekdays maupun weekend, sedangkan long trip dibanderol Rp75.000 (weekdays) dan Rp85.000 (weekend). Dengan fasilitas dokumentasi, snack, makan, dan minum yang sudah termasuk, harga ini terbilang cukup bersaing.

Setiap rute juga didampingi kru dari titik mulai hingga selesai. Keseriusan pengelola pada aspek keamanan makin memperkuat kepercayaan pengunjung.

Terhubung dengan BUMDes dan Paket Wisata

Kano Kali Pusur tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan jaringan BUMDes yang sudah lebih dulu mengelola wisata setempat. Rute kano masuk dalam paket wisata BUMDes Janti dan Ponggok, sehingga wisatawan bisa mendapatkan layanan antar-jemput.

Kolaborasi ini membuat pengalaman wisata terasa makin terintegrasi dan efisien. Pada grand opening yang digelar Selasa (2/12/2025), acara dihadiri berbagai pihak mulai dari Muspika Polanharjo, Kades Wangen, hingga PT Tirta Investama (Aqua) Klaten. Wahana ini diresmikan langsung oleh Camat Polanharjo, Moh Prihadi.

Prihadi menyebut kano sebagai tambahan yang memperkaya pilihan wisata Kali Pusur. Kolaborasi multipihak ini memperlihatkan bahwa wisata sungai di Klaten terus berkembang dan makin profesional.

Tekanan pada Kolaborasi dan Pelestarian Air

Camat Polanharjo menekankan bahwa keselamatan dan pelestarian air harus tetap dijaga. Menurutnya, air bukan hanya soal pengairan, melainkan juga aset wisata yang harus dirawat bersama. “Air tidak hanya untuk pengairan, kewajibannya ikut menjaga air biar tetap lestari,” tegasnya.

Penambahan wahana kano membuka kesempatan bagi warga dan wisatawan untuk menikmati sungai sekaligus belajar mencintai lingkungan. Ini selaras dengan semangat wisata berkelanjutan yang mulai berkembang di Polanharjo.

Dukungan dari Aqua Klaten

Stakeholder Management PT Tirta Investama Klaten, Rama Zakaria, menyebut kano merupakan bagian dari pemberdayaan wisata berbasis sungai yang sudah mereka dukung sejak 2017. “Karena kami juga berada di Desa Wangen, jadi ini adalah wajah pabrik, yang kali ini merupakan inovasi, karena menggunakan sarananya kano, bukan ban,” kata Rama.

Aqua turut menghubungkan komunitas setempat dengan startup berbasis outdoor dari Jogja untuk pelatihan. Mereka berharap komunitas kano, RTPA, dan Watu Kapu bisa bekerja sama menjaga kebersihan sungai. Rama menekankan pentingnya sinergi karena sungai mengalir lintas wilayah dan tidak bisa diklaim satu pihak. “Semua harus sinergi, wisatawan tambah banyak, sungainya bersih. Ekonominya juga tumbuh,” imbuhnya.

Dukungan sektor swasta membuka peluang lebih besar bagi pengembangan wisata sungai di Klaten.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan