Ledakan di Gedung Nucleus Farma Tangsel Diduga dari Mesin Ekstraksi

Penyebab Ledakan di Gedung Nucleus Farma Terungkap

Polisi telah mengungkap penyebab ledakan yang terjadi di Gedung PT Natura Nusantara Nirmala (NNN) atau Nucleus Farma di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. Menurut keterangan dari pihak kepolisian, ledakan tersebut bukan disebabkan oleh bahan peledak, melainkan dari mesin ekstraksi yang ada di dalam gedung.

"Hasil pemeriksaan Puslabfor menunjukkan bahwa penyebab ledakan memang berasal dari mesin ekstraksi," ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan saat konferensi pers akhir tahun di Mapolres Tangerang Selatan, Serpong, Rabu (31/12/2025).

Ledakan terjadi di lantai empat gedung, tepatnya di area mesin ekstraksi. Lokasi tersebut mengalami kerusakan terparah setelah kejadian tersebut. "Setelah dilakukan olah TKP, ditemukan bahwa ledakan berasal dari lantai empat," tambah Wira.

Sementara itu, anggota tim Puslabfor Bareskrim Polri, Indri Puspita, menjelaskan bahwa ledakan terjadi karena penguapan cairan etanol di dalam mesin ekstraksi. "Kami melakukan pemeriksaan terhadap cairan yang ditemukan dalam mesin ekstraksi. Cairan tersebut positif mengandung etanol, produk organik yang bersifat mudah menguap dan terbakar," jelas Indri.

Menurut Indri, etanol yang digunakan dalam mesin ekstraksi menguap dan terus menumpuk. Penguapan ini menyebabkan reaksi kimia yang menghasilkan panas hingga akhirnya memicu ledakan. "Diakibatkan akumulasi uap jenuh dari etanol yang menguap di ruang tertutup," ujarnya.

Akibat ledakan tersebut, struktur bangunan mengalami kerusakan pada kaca, dinding, dan plafon. Kerusakan paling parah terjadi di lantai empat, di mana dinding samping bangunan dilaporkan jebol.

Hingga kini, polisi memastikan tidak ada unsur kesengajaan maupun teror dalam peristiwa tersebut. "Seperti yang disampaikan sama bapak Kapolres karena kelalaiannya sehingga menyebabkan ledakan," ucap Wira.

Sebelumnya, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus ledakan Nucleus Farma. Dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah EBBM (54) selaku Direktur PT NNN dan SW (32) yang menjabat sebagai kepala mesin ekstraksi di perusahaan tersebut. Keduanya dianggap lalai sehingga menyebabkan ledakan di gedung tersebut.

Diketahui, ledakan pada gedung Nucleus Farma terjadi pada Rabu (8/10/2025). Insiden tersebut mengakibatkan bangunan empat lantai yang memproduksi obat-obatan itu rusak. Gedung yang berada di pinggir jalan itu mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan dan sebagian sisi samping. Begitupula dengan gedung satu lantai yang berada di samping gedung Nucleus Farma.

Penyebab Ledakan dan Proses Investigasi

Penyebab ledakan di Nucleus Farma menjadi fokus utama dari investigasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik, ditemukan bahwa etanol yang digunakan dalam proses ekstraksi menjadi faktor utama yang memicu ledakan. Etanol merupakan zat yang mudah menguap dan dapat terbakar jika tidak dikelola dengan baik.

Proses penguapan etanol yang terjadi di dalam mesin ekstraksi menyebabkan akumulasi uap jenuh di ruang tertutup. Hal ini memicu reaksi kimia yang menghasilkan panas berlebih hingga akhirnya memicu ledakan. Kejadian ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan pengelolaan bahan kimia dalam lingkungan industri.

Selain itu, investigasi juga menemukan bahwa kejadian ini tidak disebabkan oleh tindakan sengaja atau ancaman teror. Namun, adanya kelalaian dalam pengelolaan mesin ekstraksi dan prosedur keselamatan kerja menjadi alasan utama terjadinya insiden ini.

Tanggung Jawab dan Tersangka

Dalam kasus ini, dua orang ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap bertanggung jawab atas kejadian ledakan. Mereka adalah EBBM, selaku Direktur PT NNN, dan SW, yang menjabat sebagai kepala mesin ekstraksi di perusahaan tersebut. Keduanya diduga lalai dalam menjalankan tugasnya, sehingga memicu terjadinya ledakan.

Tindakan hukum terhadap kedua tersangka akan terus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihak kepolisian juga menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja dalam industri farmasi untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Dampak Ledakan terhadap Bangunan

Ledakan yang terjadi di Nucleus Farma menyebabkan kerusakan yang signifikan pada struktur bangunan. Kerusakan paling parah terjadi di lantai empat, tempat ledakan terjadi. Dinding samping bangunan jebol, sementara kaca dan plafon mengalami kerusakan yang cukup besar.

Selain itu, gedung satu lantai yang berada di samping Nucleus Farma juga mengalami kerusakan. Kondisi ini menunjukkan dampak luas dari ledakan yang terjadi, termasuk risiko terhadap keselamatan para pekerja dan lingkungan sekitar.

Kesimpulan

Peristiwa ledakan di Nucleus Farma menunjukkan pentingnya pengelolaan bahan kimia dalam industri farmasi. Hasil investigasi menunjukkan bahwa ledakan disebabkan oleh akumulasi uap etanol di dalam mesin ekstraksi. Kedua tersangka yang ditetapkan dianggap lalai dalam menjalankan tanggung jawab mereka. Pihak kepolisian terus memastikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan