PEKANBARU, nurulamin.pro
– Ledakan pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, mengakibatkan sejumlah warga mengalami luka bakar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil mencatat lima orang warga terluka akibat insiden tersebut. “Ada sekitar lima orang yang terluka, tapi tidak begitu berat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Inhil, R Arliansyah, saat dihubungi nurulamin.promelalui sambungan telepon, Sabtu (3/1/2026).
Arliansyah mengatakan, para korban yang terluka langsung dibawa ke puskesmas pada malam kejadian untuk mendapatkan penanganan medis. “Sampai saat ini informasinya korban masih bisa ditangani oleh puskesmas,” ujarnya.
Api Padam, BPBD Fokus Pendataan
Menurut Arliansyah, kondisi di lokasi kejadian kini sudah normal setelah api berhasil dipadamkan. Saat ini, BPBD Inhil memfokuskan upaya pada pendataan rumah dan warga yang terdampak ledakan serta kebakaran. Setelah pendataan selesai, pihaknya akan berkoordinasi dengan manajemen PT TGI terkait bentuk tanggung jawab perusahaan kepada warga.
“Kita minta juga seperti apa pertanggungjawaban mereka (perusahaan),” kata Arliansyah.
Ledakan Picu Kebakaran Besar
Diberitakan sebelumnya, ledakan pipa gas terjadi di Dusun Nibul, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat (2/1/2026) petang. Ledakan tersebut memicu kebakaran besar yang membuat warga sekitar panik. Kobaran api juga berdampak pada permukiman serta arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur Sumatera.
Pihak kepolisian memastikan pipa gas yang meledak merupakan milik PT Trans Gas Indonesia (TGI). Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Anom Karibianto, membenarkan kejadian ledakan tersebut. “Pipa gas mengalami kebocoran sehingga menimbulkan ledakan dan kebakaran,” kata Anom saat dikonfirmasi nurulamin.promelalui pesan WhatsApp.
Ia menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 WIB ketika warga mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari pipa gas tanam milik PT TGI. Tak lama kemudian, api terlihat menyembur ke udara. “Semburan api diperkirakan mencapai 15 meter,” ujar Anom.
Proses Penanganan dan Koordinasi
Setelah kejadian, petugas pemadam kebakaran segera tiba di lokasi untuk mengendalikan kobaran api. Petugas juga memastikan area sekitar aman dari ancaman kebakaran lanjutan. Selain itu, pihak kepolisian melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari kebocoran pipa gas tersebut.
Selama proses penanganan, warga sekitar diminta untuk tetap waspada dan menjauhi area yang dianggap rawan. Mereka juga diberi informasi tentang langkah-langkah keselamatan yang harus diambil jika terjadi kejadian serupa di masa depan.
Tindakan Lanjutan
BPBD Inhil telah menyiapkan tim untuk melakukan pendataan lebih lanjut terhadap kerusakan yang terjadi akibat ledakan dan kebakaran. Data ini akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk bantuan yang diberikan kepada warga terdampak.
Selain itu, pihak BPBD juga akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan terkait untuk memastikan bahwa tanggung jawab sosial dan ekonomi dapat segera dilakukan. Hal ini penting untuk memberikan perlindungan dan keadilan bagi warga yang terkena dampak kejadian tersebut.
Kesimpulan
Ledakan pipa gas yang terjadi di Desa Batu Ampar, Kabupaten Inhil, Riau, menjadi peringatan penting tentang pentingnya pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur gas. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini tetap meninggalkan dampak yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
Dengan adanya koordinasi antara pihak BPBD, kepolisian, dan perusahaan, diharapkan dapat segera ditemukan solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar