Ledakan Pelanggaran Lalu Lintas Capai 505% di Tangkap ETLE

Sistem Tilang Elektronik (ETLE) Menunjukkan Efektivitas yang Signifikan

Sistem tilang elektronik (ETLE) telah menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dalam efektivitasnya dibandingkan metode sebelumnya. Dalam pernyataannya, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa penguatan sistem ini telah memberikan lompatan besar dalam hal transparansi dan akurasi dalam penegakan hukum di jalan raya.

Menurut Agus, ETLE merupakan bentuk penegakan hukum modern yang mengedepankan transparansi dan keadilan. Ia menyampaikan bahwa tidak ada komplain terkait penggunaan ETLE dalam beberapa bulan terakhir. “Karena kita sudah harus melompat ke transformasi digital, dan ini menjadi atensi Bapak Kapolri,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (8/12/2025).

Dalam paparannya, Agus membeberkan adanya lonjakan data pelanggaran yang berhasil tertangkap oleh kamera ETLE sejak sistem tersebut diperkuat. Jumlah pelanggaran yang ter- capture meningkat dari 1.710.918 pelanggaran menjadi 10.354.221 pelanggaran atau naik sebesar 505 persen. Begitu pula dengan data yang tervalidasi, melonjak 602 persen dari 582.000 pelanggaran menjadi 4.094.106 pelanggaran.

Agus juga menyebutkan bahwa peningkatan dalam kategori penerbitan dan pembayaran tilang melalui BRIVA mencapai 2.279 persen. “Jadi, dari 22.480, naik menjadi 534.805,” katanya.

Peningkatan Data Pelanggaran yang Menggembirakan

Peningkatan jumlah pelanggaran yang ter- capture , tervalidasi, terkirim, serta pembayaran melalui BRIVA menunjukkan bahwa sistem ETLE semakin efektif dalam mengawasi lalu lintas. Bahkan dengan jumlah kamera yang belum banyak, hasilnya sudah sangat signifikan.

Agus menekankan bahwa peningkatan ini membuktikan bahwa sistem ETLE mampu bekerja secara efisien dan akurat. Hal ini juga menunjukkan bahwa masyarakat lebih sadar akan aturan lalu lintas dan lebih kooperatif dalam mematuhi peraturan yang berlaku.

Keunggulan Sistem ETLE

ETLE memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya menjadi sistem penegakan hukum yang lebih objektif dan transparan. Salah satunya adalah kemampuannya untuk tidak memandang status atau jabatan pelanggarnya. “ETLE ini tidak melihat siapa pun pelanggarnya, tidak melihat jabatannya apa, tidak melihat instansinya apa. Semua ter- capture , transparan, dan berkeadilan,” ujar Agus.

Sistem ini juga memberikan kesempatan bagi pelanggar untuk mengakui kesalahannya dan melakukan pembayaran tilang secara langsung melalui platform digital seperti BRIVA. Hal ini memudahkan proses penegakan hukum dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem yang digunakan.

Tantangan dan Tindak Lanjut

Meskipun sistem ETLE menunjukkan hasil yang positif, masih ada tantangan yang perlu diatasi. Misalnya, peningkatan jumlah pelanggaran bisa saja disebabkan oleh peningkatan kesadaran masyarakat terhadap aturan lalu lintas, bukan hanya karena kecurangan yang semakin marak.

Namun, dengan terus dilakukannya evaluasi dan peningkatan infrastruktur, ETLE diharapkan dapat menjadi solusi utama dalam menegakkan hukum lalu lintas yang lebih adil dan transparan. Dengan demikian, masyarakat akan merasa lebih aman dan nyaman saat berkendara di jalan raya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan