
Insiden Ledakan Pipa Gas di Desa Batu Ampar, PT TGI Memohon Maaf dan Bertanggung Jawab
Insiden ledakan pipa gas yang terjadi di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, menimbulkan kekhawatiran besar bagi masyarakat sekitar. Peristiwa ini tidak hanya menyebabkan kebakaran besar, tetapi juga mengakibatkan kerusakan pada beberapa bangunan serta kendaraan. PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut sambil menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas dampak yang terjadi.
Dampak Langsung dari Kejadian
Berdasarkan data dari Polres Inhil, total 10 warga mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Selain itu, tiga unit rumah serta 10 kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, dilaporkan hangus terbakar. Kejadian ini memicu keresahan di kalangan warga setempat, terutama karena lokasi kejadian berada di kawasan permukiman yang padat penduduk.
Corporate Secretary PT TGI, Emil Ismail, menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa ini. Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama perusahaan. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Kami berkomitmen penuh untuk memastikan keselamatan semua pihak. Kami juga terus memantau tekanan jaringan dan menyiagakan tim untuk memastikan kondisi tetap aman," ujarnya.
Penanganan Darurat dan Pemulihan Jaringan
Setelah seluruh section valve terdekat ditutup pada Jumat malam, api di sekitar titik pipa yang terdampak berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu sekitar pukul 05.35 WIB. Emil menjelaskan bahwa TGI sedang melakukan pemulihan jaringan pasca-kebocoran pipa gas. "Prioritas utama perusahaan adalah memastikan pengamanan lokasi dan keselamatan masyarakat serta melakukan pemulihan operasional secepatnya. Seluruh tahapan penanganan dilakukan mengikuti standar HSSE oleh personel yang kompeten," tambahnya.
Ia juga memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, delapan warga mengalami luka bakar ringan dan telah mendapatkan penanganan medis sebelum kembali ke rumah masing-masing. "Beberapa aset milik warga sekitar yang terdampak, TGI berkomitmen untuk bertanggung-jawab penuh atas semua dampak yang ditimbulkan," kata Emil.
Proses Pemulihan dan Koordinasi dengan Pihak Terkait
Saat ini, perusahaan fokus pada perbaikan pipa gas yang diperkirakan akan memakan waktu hingga lima hari. Selain itu, pemantauan tekanan gas terus dilakukan terhadap pihak shipper dan buyer di jalur Grissik–Duri. "Kami juga terus meminimalkan dampak lingkungan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait," ujar Emil.
Informasi Awal tentang Kejadian
Sebelumnya, diberitakan bahwa ledakan terjadi pada pipa gas di Dusun Nibul, Desa Batu Ampar pada Jumat, 2 Januari 2025 sore. Insiden ini memicu kobaran api besar yang membuat warga sekitar panik, sekaligus berdampak pada permukiman dan arus lalu lintas di jalur lintas timur Sumatera.
Pihak kepolisian memastikan bahwa pipa gas yang mengalami kebocoran merupakan milik PT Transportasi Gas Indonesia. Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Anom Karibianto, membenarkan kejadian tersebut. "Pipa gas mengalami kebocoran sehingga menimbulkan ledakan dan kebakaran," katanya.
Menurut Anom, peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 WIB ketika warga mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari pipa gas tanam milik PT TGI. Tak lama berselang, semburan api terlihat membubung dari lokasi pipa dan memicu kebakaran hebat. "Semburan api diperkirakan mencapai 15 meter. Saat ini api masih terlihat menyala dan gas terus menyembur keluar," ujarnya.
Petugas dari Polsek Kemuning dan Polres Inhil segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta langkah antisipasi. Masyarakat juga diminta menjauhi area kejadian demi menghindari risiko bahaya. "Menurut keterangan petugas yang berwenang, penyekatan arus gas telah dilakukan penutupan atau penyekatan. Minimal 3 jam mudah-mudahan sudah padam. Dimohon kepada masyarakat agar bersabar," ujar Anom.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar