
Kabar Duka: Hj Ratna Ramang, Putri Legenda PSM Makassar, Meninggal Dunia
Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Kabar duka datang dari keluarga besar PSM Makassar. Putri legenda klub tersebut, almarhum Ramang, Hj Ratna Ramang, meninggal dunia pada hari Sabtu (13/12/2025). Ia menghembuskan nafas terakhir dalam usia 77 tahun.
Hj Ratna Ramang adalah putri dari almarhum Ramang, sosok legendaris yang dikenal sebagai "Macan Bola" di kalangan penggemar sepak bola Makassar. Kehidupannya penuh dengan perjuangan dan dedikasi, baik sebagai anggota keluarga maupun sebagai bagian dari sejarah klub PSM Makassar.
Menurut pesan singkat dari penulis buku Ramang Macan Bola (2011), M Dahlan Abubakar, Hj Ratna Ramang telah berpulang ke Rahmatullah pagi hari ini. Penyampaian informasi ini berasal dari Hj Nurjannah, istri dari almarhum H. Anwar Ramang.
Dahlan Abubakar, yang juga penulis buku Ramang Macan Asia dan 100 Tahun PSM Makassar, memiliki hubungan dekat dengan keluarga besar Ramang. Hubungan ini terbentuk melalui intensitas pertemuan saat ia melakukan riset dan penyusunan buku-buku tersebut. Salah satu narasumber utama dalam penulisan kedua buku tersebut adalah Hj Ratna Ramang.
Ratna meninggal dunia hanya selang tiga puluh delapan tahun setelah ayahnya, almarhum Ramang. Ayahnya meninggal pada usia 63 tahun, tepatnya pada 26 September 1987. Kehilangan ini tentu menjadi duka yang mendalam bagi keluarga besar Ramang.
Sebelum meninggal, Ratna sempat terbaring sakit. Ia dirawat di rumahnya di Jl Andi Djemma 8 Nomor 3, Kelurahan Banta Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Keadaannya semakin memprihatinkan hingga akhirnya harus menjalani perawatan intensif.
Pada Rabu (10/12/2025), Dahlan Abubakar dan manajemen PSM Makassar sempat berkunjung untuk memberikan dukungan kepada Hj Ratna Ramang. Dahlan menceritakan bahwa anak kedua dari almarhum Ramang ini hanya bisa terbaring di atas kasur ukuran 90x200 sentimeter. Tubuhnya tidak lagi mampu digerakkan, bahkan untuk makan dan minum sendiri pun ia tidak mampu.
Perempuan yang lahir pada 28 April 1948 itu harus disuapi oleh Erni Wahyuni. Untuk minum, ia menggunakan pipet. Kondisi ini menunjukkan betapa beratnya masa-masa akhir hidup Ratna.
Kehilangan Hj Ratna Ramang tentu menjadi duka bagi keluarga, teman, serta para penggemar sepak bola Makassar. Namanya akan selalu diingat sebagai bagian dari sejarah PSM Makassar dan kisah hidup almarhum Ramang. Semoga almarhumah diterima di sisi-Nya dengan tempat yang terbaik.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar