
Indonesia sebagai Pasar Strategis bagi Lenovo
Indonesia dianggap sebagai pasar strategis oleh perusahaan teknologi global, Lenovo. Alasannya adalah populasi yang besar, kelas menengah yang kuat, serta potensi pertumbuhan tinggi di berbagai segmen seperti PC, smartphone, hingga infrastruktur pusat data. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu prioritas dalam strategi Lenovo di kawasan Asia Pasifik.
Lenovo juga membuka peluang untuk investasi lanjutan di Indonesia. Peluang tersebut mencakup manufaktur, layanan, riset dan pengembangan, serta pengembangan kecerdasan buatan (AI) berbasis lokal. Tujuannya adalah untuk mendukung strategi hybrid AI yang lebih sesuai dengan bahasa dan budaya Indonesia.
Peran Indonesia dalam Strategi Global Lenovo
CEO Lenovo, Yuanqing Yang, menegaskan bahwa Indonesia menjadi salah satu pasar kunci dalam strategi global perusahaan. Ia menyebutkan bahwa Indonesia penting bagi pengembangan AI berbasis hybrid. Hybrid AI adalah pendekatan Lenovo yang menggabungkan pemrosesan AI di perangkat (edge), pusat data (data center), dan cloud. Dengan demikian, perusahaan dan pengguna dapat mengolah data secara lebih fleksibel, aman, dan efisien.
Dalam sesi wawancara khusus dengan KompasTekno, Yuanqing Yang mengungkap alasan mengapa Indonesia dinilai strategis. Menurutnya, Indonesia memiliki populasi terbesar keempat di dunia dan populasi online terbesar keempat di dunia. Hal ini membuat Indonesia menjadi pasar yang sangat menjanjikan.
"Kami datang ke sini, bukan hanya saya, seluruh tim kepemimpinan Lenovo hadir untuk mengadakan pertemuan bulanan kami," ujar Yang.
Potensi Pasar yang Besar
Dengan populasi hampir 300 juta jiwa dan sekitar 50 juta konsumen kelas menengah, Indonesia dinilai memiliki potensi pasar yang besar. Bahkan, Lenovo menempatkan Indonesia sebagai pasar terbesar ketiga di kawasan Asia Pasifik di luar China, India, dan Jepang.
Yang juga menyoroti pertumbuhan yang cepat di Indonesia, terutama dari sisi penetrasi perangkat. Contohnya, pasar PC di Indonesia relatif masih kecil meskipun populasi yang besar. "Jika Anda ingin menyebutkan satu perbedaan spesifik, saya akan mengatakan kita memiliki potensi lebih besar di pasar ini. Dengan populasi 300 juta, pasar PC tahunan kita sekitar 4 juta," kata Yang.
Selain PC, Lenovo juga melihat peluang di bisnis smartphone. Setelah mengakuisisi Motorola pada 2014, perusahaan melihat tingkat penetrasi smartphone di Indonesia yang sangat tinggi, lebih dari 60 persen. Namun, pangsa pasar Lenovo di segmen tersebut masih kecil. "Kami memiliki pangsa pasar yang sangat kecil, jadi kami dapat lebih mengembangkan pangsa pasar kami di sini," ungkap Yang.
Pertumbuhan Infrastruktur Pusat Data
Bisnis infrastruktur, khususnya pusat data, juga dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Yang menyebut pertumbuhan pasar pusat data di Indonesia bisa sangat cepat. "Kami melihat potensi yang lebih tinggi di sini. Pertumbuhannya bisa berlipat ganda atau tiga kali lipat setiap tahun," kata Yang.
Peluang Investasi Lanjutan
Melihat potensi ini, Yang juga membuka peluang investasi lanjutan di Indonesia. "Selama bisa mengembangkan bisnis kita di sini, kami pasti akan berinvestasi lebih banyak. Investasi tersebut dapat mencakup manufaktur, layanan, hingga riset dan pengembangan," kata Yang.
Secara khusus, ia juga menyinggung peluang pengembangan AI berbasis lokal. Model tersebut penting untuk memahami bahasa dan budaya Indonesia secara lebih akurat. "Jika Anda ingin memiliki model lokal murni, maka mungkin Anda membutuhkan RnD lokal," ujar Yang. "Jadi, jika bisnis kami di sini cukup besar, kami akan mempertimbangkan untuk berinvestasi di bidang-bidang tersebut," pungkas Yang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar