Libur hampir usai, psikolog: Orang tua perlu siapkan mental anak masuk sekolah lagi

Libur hampir usai, psikolog: Orang tua perlu siapkan mental anak masuk sekolah lagi

INDOBALINEWS = Sebagian besar sekolah dari taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA) akan memulai masa belajar semester genap usai libur Natal dan Tahun Baru sekaligus libur akhir semester pada Senin 5 Januari 2026.

Ada baiknya para murid dipersiapkan mental masing-masing untuk memulai bersekolah kembali. Psikolog Devi Yanti, M. Psi., Psikolog menekankan perlunya orang tua membantu menyiapkan mental anak sebelum kembali bersekolah.

"Orang tua perlu memperhatikan kondisi emosi anak, seperti adanya rasa malas, cemas, atau enggan kembali ke sekolah," kata psikolog klinis yang bekerja di Rumah Sakit Jiwa Aceh itu saat dihubungi ANTARA dari Jakarta pada Sabtu 3 Januari 2026.

Devi, yang menjabat sebagai Bendahara Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Aceh, menyarankan orang tua untuk berkomunikasi dengan anak serta mendengarkan kekhawatiran maupun harapan mereka sebelum kembali ke sekolah.

Selama berkomunikasi dengan anak, ia melanjutkan, orang tua dapat memberikan gambaran-gambaran positif tentang kegiatan sekolah seperti mengikuti kembali pelajaran-pelajaran yang disukai anak dan bertemu kembali dengan teman-teman sekolah.

Beberapa hari sebelum anak kembali bersekolah, menurut dia, orang tua perlu pula membantu menyesuaikan kembali pola tidur maupun pola makan anak yang mungkin berubah selama liburan.

Di samping itu, ia menyampaikan perlunya melibatkan anak dalam mempersiapkan perlengkapan, seragam, sampai jadwal harian selama sekolah.

"Konsistensi rutinitas disertai dukungan emosional dan suasana rumah yang kondusif akan membantu anak kembali beradaptasi dengan lebih nyaman," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Devi mengingatkan orang tua untuk menerapkan aturan yang jelas dan konsisten mengenai durasi dan waktu penggunaan gawai berdasarkan kesepakatan dengan anak menjelang akhir liburan.

Selain membatasi penggunaan gawai, menurut Devi, orang tua sebaiknya menyiapkan alternatif aktivitas menyenangkan bersama agar anak tidak hanya bergantung pada gawai untuk mendapatkan hiburan.

Menurut dia, orang tua bisa mengajak anak untuk membuat jadwal harian bersama, menceritakan pengalaman menyenangkan di sekolah, membaca buku bersama, memasak bersama, atau berolahraga bersama.

Selain dapat mengalihkan perhatian anak dari gawai, aktivitas-aktivitas bersama semacam itu dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat belajar anak serta mempererat ikatan emosional keluarga. ***

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan