
Penanganan Pungli Selama Libur Nataru di Jawa Barat
Pada liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, mobilitas masyarakat di Jawa Barat mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para wisatawan, aparat setempat telah meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya pungutan liar (pungli).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Dhani Gumelar, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan berbagai instansi seperti kepolisian, TNI, Satpol PP, serta Dishub kabupaten/kota untuk mencegah adanya pungli yang bisa meresahkan pengunjung.
"Karena jumlah wisatawan yang sangat tinggi, situasi ini sangat rentan. Kami sudah beberapa kali melakukan rapat koordinasi, termasuk terakhir di Polda Jabar, di mana kita telah menetapkan pembagian tugas," ujarnya.
Titik Rawan yang Diwaspadai
Dhani menyebutkan bahwa ada tujuh titik yang menjadi perhatian khusus karena cenderung rawan terhadap pungli. Ke tujuh lokasi tersebut antara lain:
- Puncak Bogor
- Pantai Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi
- Bandung Raya, seperti Lembang dan Ciwidey-Pangalengan
- Cipanas Garut
- Kuningan yang dekat dengan tempat pemandian
- Daerah situ
- Pantai Pangandaran
Selain fokus pada pungli, Dishub Jabar juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk merekayasa lalu lintas guna mencegah kemacetan di titik-titik tersebut. Prediksi lonjakan kunjungan wisatawan di Jawa Barat mencapai antara 3 hingga 5 persen dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, destinasi wisata favorit seperti Puncak, Kabupaten Bogor, dan Pangandaran diprediksi akan mengalami peningkatan hingga 11 persen.
Tindakan Tegas terhadap Pungli
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan tindakan tegas kepada kelompok-kelompok yang melakukan pungli.
"Mau itu masyarakat biasa atau kelompok apa pun, kita akan proses sesuai dengan ketentuan hukum," ujarnya.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil oleh berbagai instansi terkait, diharapkan liburan Nataru 2025 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke Jawa Barat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar