Libur Nataru, Jalan Malioboro Tetap Ramai Kendaraan


YOGYAKARTA, nurulamin.pro
- Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memastikan bahwa Jalan Malioboro tidak akan ditutup selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Hasto menjelaskan bahwa pada masa liburan Nataru ini, pihaknya tidak akan melakukan uji coba pengalihan lalu lintas ke jalur pejalan kaki di Malioboro.
Tujuannya adalah untuk mencegah kemacetan yang bisa terjadi akibat penutupan Jembatan Kewek.

“Kami sudah memutuskan bahwa kami tidak akan menutup Malioboro. Tidak ada uji coba Malioboro full pedestrian. Malioboro akan tetap seperti biasa,” kata Hasto.

Hasto menambahkan bahwa penutupan Jalan Malioboro hanya dilakukan jika kondisi jalan tersebut sudah penuh dengan pengunjung dan terjadi kemacetan pada malam tahun baru.

“Kecuali pada malam hari tanggal 1 itu, akan melihat situasional apakah jam 20.00 atau 21.00 akan kita tutup kendaraan ketika Malioboro full pengunjung,” tambahnya.

“Penutupannya bukan karena kebijakan menutup Malioboro. Namun karena sudah full, sehingga orang bisa masuk, tetapi kendaraan tidak bisa masuk,” imbuh Hasto.

Cara Ke Malioboro Saat Liburan

Hasto menyampaikan bahwa selama periode libur Nataru, akses masuk Malioboro dapat dilakukan melalui Jalan Mataram. Kendaraan dari Jalan Mataram menuju Malioboro dan berbelok ke kiri masuk ke Malioboro.

Sedangkan kendaraan yang melalui Jalan Mangkubumi atau Jalan Margo Utomo tidak bisa langsung masuk ke arah Malioboro, harus memutar terlebih dahulu melalui Stadion Kridosono.

“Kenapa begitu? Karena kendaraan besar seperti bus atau kendaraan kecil akan kita arahkan dari depan Gramedia arah ke kiri sehingga akan masuk ke Kridosono masuk ke Malioboro,” kata dia.

Rekayasa Jalur Ke Malioboro Dari Timur

Kasatlantas Polresta Yogyakarta AKP Alvian Hidayat menjelaskan bahwa pasca penutupan Jembatan Kewek dan hasil analisis lalu lintas pada periode Nataru di Kota Yogyakarta, arus lalu lintas yang paling padat adalah dari arah timur.

Menurut dia, padatnya kendaraan yang masuk ke Yogyakarta dari timur karena sudah dibukanya exit tol dari Prambanan.

Alvian menambahkan bahwa Polresta Yogyakarta akan bekerjasama dengan polres-polres tetangga seperti Polresta Sleman untuk memberikan penunjuk arah jalur alternatif menuju Malioboro.

“Sebelum Janti kami akan berikan papan pemberitahuan bahwasannya ada jalur alternatif ke Malioboro dari fly over Janti, ke Blok O, kemudian masuk melalui Gedongkuning atau Jalan Kusumanegara,” ujar Alvian.

Kemudian kendaraan yang masuk ke Kota Yogyakarta melalui Simpang Demangan ke barat menuju simpang empat Galeria akan ditambah penunjuk arah jalur ke Malioboro belok kiri ke Simpang Gayam.

“Dari Simpang Gayam ke Jalan Bausasran, dan ke Jalan Gajah Mada,” kata dia.

Ia menambahkan bahwa masih banyak wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta menggunakan Google Map. Alvian mengimbau saat wisatawan masuk melalui Simpang Demangan, aplikasi peta itu disetting menuju ke Jalan Mayor Suryotomo.

“Ini salah satu upaya untuk mengurangi beban di Kridosono, dan selain itu juga kami informasikan ketika jam-jam padat jalur masuk ke wilayah Malioboro hanya ia jalan Suryotomo dan Jalan Mataram,” ujar dia.

Kereta Api Di Yogyakarta Sibuk Saat Nataru

Sementara itu data KAI Daop 6 Yogyakarta pada Hari Raya Natal atau memasuki hari ke-8 masa Angkutan Nataru 2025/2026, Kamis, 25 Desember 2025, KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat akan melayani sebanyak 66.785 pelanggan.

Penumpang terdiri dari 30.359 penumpang yang berangkat dan 36.426 pelanggan yang tiba atau turun di stasiun-stasiun wilayah Daop 6 Yogyakarta.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih mengatakan dari pantauan volume penumpang yang berangkat dari Stasiun Yogyakarta sebanyak 15.253 pelanggan dan yang tiba atau yang turun sebanyak 16.488 pelanggan.

Stasiun Lempuyangan memberangkatkan sebanyak 6.901 pelanggan dan menerima kedatangan sebanyak 6.995 pelanggan.

Stasiun Solobalapan memberangkatkan sebanyak 6.557 pelanggan dan menerima kedatangan sebanyak 6.794 pelanggan.

Sementara Stasiun Klaten memberangkatkan sebanyak 1.153 pelanggan dan menerima kedatangan sebanyak 1.536 pelanggan.

Stasiun Wates memberangkatkan sebanyak 641 pelanggan dan menerima kedatangan sebanyak 706 pelanggan.

Sisanya dari stasiun lainnya di wilayah Daop 6 Yogyakarta. Angka-angka ini masih dinamis atau bergerak karena pembelian tiket masih terus berjalan hingga jelang keberangkatan KA terakhir pada tengah malam nanti.

“Calon penumpang diimbau untuk terus memantau ketersediaan tiket melalui aplikasi Access by KAI atau website kai.id, dan dapat memanfaatkan fitur Connecting Train untuk alternatif relasi keberangkatan KA jika tiket pada relasi yang diinginkan telah habis,” katanya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan