
nurulamin.pro,
GARUT – Kabupaten Garut mencatat lonjokan signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).
Berdasarkan laporan rekapitulasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, total kunjungan wisatawan ke 27 objek wisata unggulan mencapai 111.273 orang dalam periode 25 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan yang cukup pesat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyebut capaian tersebut sebagai bukti bahwa sektor pariwisata Garut tetap menjadi magnet utama bagi wisatawan, khususnya pada momen libur panjang akhir tahun. Menurutnya, tren positif ini juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap kenyamanan dan keamanan destinasi wisata di Garut.
“Angka kunjungan yang menembus 111.000 wisatawan ini merupakan sinyal kuat kalau pariwisata Garut masih sangat diminati. Ini hasil kerja pengelola destinasi dan masyarakat,” ujar Abdusy Syakur Amin, Jumat (2/1/2026).
Data menunjukkan bahwa puncak kunjungan wisatawan terjadi pada 28 Desember 2025 dan 1 Januari 2026, seiring meningkatnya mobilitas wisatawan domestik dari wilayah Bandung Raya, Jabodetabek, dan Priangan Timur. Lonjakan ini terlihat merata di berbagai jenis destinasi, mulai dari wisata alam, wisata buatan, hingga kawasan pemandian air panas.
Beberapa destinasi mencatat jumlah kunjungan paling tinggi selama periode Nataru. Darajat Pass menjadi objek wisata terpadat dengan total kunjungan 20.639 orang, disusul Sabda Alam sebanyak 13.616 pengunjung, serta Taman Air Cahaya Villa yang mencatat 5.670 wisatawan.
Sementara itu, destinasi wisata alam seperti Gunung Papandayan juga mencatat angka kunjungan signifikan mencapai 18.821 orang.
Menurut Bupati, dominasi kunjungan ke kawasan pegunungan dan wisata air panas menunjukkan karakter wisatawan yang masih menjadikan Garut sebagai destinasi rekreasi keluarga dan relaksasi. Ia menilai hal tersebut perlu direspons dengan peningkatan kualitas layanan dan pengelolaan destinasi.
“Kami mendorong agar pengelola wisata tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga menjaga daya dukung lingkungan, keselamatan pengunjung, serta kualitas pelayanan. Pariwisata berkelanjutan menjadi fokus kami ke depan,” katanya.
Selain destinasi unggulan, objek wisata lain seperti Kebun Mawar Situhapa, Kampung Sampireun, Pantai Sayang Heulang, dan Pantai Rancabuaya juga mengalami peningkatan kunjungan, meskipun tidak setinggi destinasi utama.
Pemerintah daerah menilai pemerataan arus wisatawan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diperkuat melalui promosi dan pengembangan aksesibilitas.
Destinasi Wisata yang Paling Banyak Dikunjungi
- Darajat Pass
- Total kunjungan: 20.639 orang
-
Lokasi: Daerah pegunungan dengan pemandangan indah dan udara sejuk
-
Sabda Alam
- Total kunjungan: 13.616 pengunjung
-
Destinasi wisata alam yang populer dengan suasana alam yang asri
-
Taman Air Cahaya Villa
- Total kunjungan: 5.670 wisatawan
-
Tempat yang cocok untuk beristirahat dan bersantai
-
Gunung Papandayan
- Total kunjungan: 18.821 orang
- Destinasi wisata alam yang menawarkan pengalaman mendaki dan melihat pemandangan spektakuler
Perkembangan Wisata Lain di Garut
- Kebun Mawar Situhapa
-
Mengalami peningkatan kunjungan, meskipun tidak sebesar destinasi utama
-
Kampung Sampireun
-
Objek wisata budaya yang menarik minat wisatawan
-
Pantai Sayang Heulang
-
Lokasi pantai yang indah dan cocok untuk aktivitas olahraga air
-
Pantai Rancabuaya
- Menawarkan pemandangan laut yang menakjubkan dan suasana yang tenang
Dengan adanya peningkatan kunjungan, pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kualitas destinasi wisata dan memastikan pengalaman yang nyaman bagi para pengunjung.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar