
Taman Satwa Cikembulan Jadi Tujuan Liburan Akhir Tahun 2025
Taman Satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut menjadi salah satu destinasi utama liburan akhir tahun 2025. Banyak pengunjung dari dalam maupun luar daerah Garut menyebutkan bahwa lokasi ini tidak hanya murah meriah tetapi juga aman dan nyaman.
"Saya dan keluarga setiap libur panjang pasti ke Garut. Selain sambil berkunjung ke saudara, kami juga selalu mampir ke Cikembulan. Disini aman dan nyaman, tidak ada preman, tidak terlalu ramai," ujar Hj. Euis Rostika (61), pengunjung dari Ciamis, Sabtu 3 Januari 2026.
Pengunjung lainnya, Agus Sumarna (49) asal Sumedang mengatakan bahwa di Taman Satwa Cikembulan ini sangat murah meriah. "Artinya daya beli terjangkau, harga tiket masuk wajar, jajanan pun wajar-wajar saja. Makanan bisa bawa dari rumah," katanya.
Hiburan Berbeda di Tahun Ini
Selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, manajemen Taman Satwa Cikembulan (TSC) tidak menyajikan hiburan seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, mereka lebih menawarkan sajian edutainment dengan pemberian makan (feeding) untuk satwa oleh para pengunjung.
"Namun tahun ini tidak seperti biasanya. Kami lebih memfokuskan pada talenta yang ada, yaitu animal edutainment. Jadi tidak terlalu khusus untuk hiburan. Mudah-mudahan dengan edukasi ini juga lebih bermanfaat," ujar Manager Taman Satwa Cikembulan, Rudy Arifin.
Ia menyebutkan bahwa tahun ini terjadi penurunan jumlah pengunjung pada rentang waktu libur Natal dan Tahun Baru dibanding tahun-tahun sebelumnya. "Memang pengunjung masih banyak tapi mengalami penurunan. Diperkirakan selain terkait kondisi ekonomi, kemungkinan juga karena kondisi cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini. Ya, sering hujan lah," ucapnya.
Skema Harga Tiket Masuk yang Berbeda
Khusus untuk liburan akhir tahun kali ini, pihak TSC memberlakukan skema harga tiket masuk secara flat, tanpa ada perbedaan batas usia, anak-anak maupun dewasa. "Harga anak dan dewasa sama, yaitu Rp 35.000. Kemudian kita gebrakan lagi mulai hari Senin kemarin sampai liburan berakhir, flat juga harganya kita turunkan jadi Rp 30.000. Kan biasanya dewasa Rp 40.000, anak Rp 30.000, kita flat aja gitu," ungkap Rudy.
Penambahan dan Pengurangan Satwa
Adapun jumlah satwa saat ini, lanjut Rudy, setelah ada audit satwa stock of name dengan pemilahan satwa-satwa yang tidak dilindungi seperti ayam, burung, itu dikeluarkan jumlahnya jadi berkurang menjadi sekitar 364 dari 110 spesies dilindungi dan tidak dilindungi.
"Kalau penambahan satwa kita juga belum. Karena memang kita juga menyesuaikan dengan kandang yang ada di kita. Paling kemarin sih nambah satu, beruang madu, titipan dari BKSDA Bandung. Kebetulan kita punya jantan datang betina benar-benar berjodoh," ucapnya.
Kelahiran Satwa dan Perkembangan Terbaru
Sedangkan untuk satwa yang melahirkan ada dua jenis rusa, yang memang rutinitas tiap tahunnya ada kelahiran. Untuk buaya yang dua tahun lalu menetas, kini sudah bertelur lagi hanya belum menetas.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar