Liburan ke Jogja? 10 Tempat Makan Legendaris dan Unik yang Wajib Dicoba!

Liburan ke Jogja? 10 Tempat Makan Legendaris dan Unik yang Wajib Dicoba!

Daftar 10 Tempat Makan Legendaris di Yogyakarta yang Selalu Viral

Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai kota budaya dan pendidikan, tetapi juga sebagai surga bagi para pecinta kuliner. Berbagai hidangan lezat dengan cita rasa khas Jawa membuat kota ini menjadi tujuan utama bagi wisatawan yang ingin memanjakan lidah. Berikut adalah 10 tempat makan legendaris di Jogja yang selalu viral, hits, dan terkenal dengan rating tertinggi:

1. Gudeg Yu Djum

Sejak tahun 1950-an, Gudeg Yu Djum telah menjadi ikon kuliner Jogja. Berbeda dengan gudeg basah, di sini Anda akan menemukan gudeg kering dengan rasa manis-gurih yang pas.

Menu Andalan:
Gudeg lengkap dengan ayam kampung, telur pindang, dan krecek pedas.

Lokasi:
Jl. Kaliurang KM 4.5, Sleman.

2. House of Raminten

Makan di sini bukan sekadar kenyang, tapi juga pengalaman budaya. Dengan suasana Jawa yang kental, aroma dupa yang khas, dan alunan gamelan, House of Raminten menawarkan konsep unik yang tak ditemukan di tempat lain.

Menu Andalan:
Nasi Kucing, Tahu Bola, dan Wedang Sereh.

Lokasi:
Jl. Faridan M. Noto No. 7, Kotabaru.

3. Soto Kadipiro

Sudah berdiri sejak tahun 1921, Soto Kadipiro adalah salah satu kedai soto tertua di Jogja. Kuahnya bening namun kaya akan rempah, sangat segar dinikmati saat sarapan atau makan siang.

Menu Andalan:
Soto Ayam Kampung dengan pelengkap perkedel dan tempe goreng.

Lokasi:
Jl. Wates No. 33, Bantul.

4. Yammie Pathuk

Bagi pecinta mie, Yammie Pathuk adalah destinasi wajib. Mienya bertekstur tipis dan kenyal, disajikan dengan bumbu minyak bawang yang sangat harum dan gurih.

Keunggulan:
Rasa gurihnya berbeda dari mie ayam biasa, lebih menyerupai yammie oriental namun halal.

Lokasi:
Jl. Kemetiran Kidul No. 63, Gedong Tengen.

5. Sate Klatak Pak Pong

Apa yang membuat sate ini unik? Daging kambing muda ditusuk menggunakan jeruji besi sepeda (bukan bambu) agar matang merata hingga ke dalam. Rasanya pun sederhana, hanya menggunakan bumbu garam yang justru menonjolkan kelezatan dagingnya.

Menu Andalan:
Sate Klatak dan Tengkleng yang empuk.

Lokasi:
Jl. Sultan Agung No. 18, Jejeran, Bantul.

6. Bakmi Jawa Mbah Mo

Makan bakmi jawa di tengah desa dengan suasana tradisional adalah daya tarik Bakmi Mbah Mo. Dimasak menggunakan anglo (arang), bakmi di sini memiliki aroma smoky yang khas dan kuah yang kental karena menggunakan telur bebek.

Menu Andalan:
Bakmi Godog (rebus) dengan ayam kampung.

Lokasi:
Jl. Parangtritis KM 11, Bantul.

7. SGPC Bu Wiryo 1959

Singkatan dari Sego Pecel (Nasi Pecel), tempat ini merupakan langganan para mahasiswa UGM dan tokoh nasional. Bumbu kacangnya memiliki tekstur kasar yang khas dengan rasa manis-pedas yang seimbang.

Menu Andalan:
Sego Pecel dan Sop Daging.

Lokasi:
Jl. Agro No. 10, Caturtunggal.

8. Angkringan Kopi Jos Lik Man

Jogja sangat identik dengan angkringan, dan Kopi Jos Lik Man adalah yang paling legendaris. Kopi Jos dibuat dengan memasukkan arang membara ke dalam gelas kopi hitam, menghasilkan aroma unik yang dipercaya menetralisir kafein.

Aktivitas:
Nongkrong lesehan sambil menikmati nasi kucing dan aneka sate.

Lokasi:
Dekat Pasar Kranggan, Jl. Poncowinatan.

9. Ayam Goreng Bu Tini

Ayam goreng di sini memiliki bumbu yang meresap hingga ke tulang dengan tekstur daging yang sangat empuk (presto alami). Perpaduan ayam goreng yang sedikit manis dengan sambal bawang pedas adalah kombinasi juara.

Keunggulan:
Ayam kampung yang tidak alot dan sambal merah yang menggoda.

Lokasi:
Jl. Sultan Agung No. 17, Pakualaman.

10. Ayam Goreng Suharti

Siapa yang tidak kenal dengan "kremesannya" yang renyah dan gurih? Ayam Goreng Suharti adalah destinasi keluarga yang selalu ramai karena konsistensi rasanya sejak puluhan tahun lalu.

Menu Andalan:
Ayam Goreng Kremes dengan sambal terasi khas.

Lokasi:
Jl. Laksda Adisucipto No. 208, Sleman.

Tips Kulineran di Jogja

  • Cek Jam Buka:
    Tempat seperti Bakmi Mbah Mo hanya buka sore hingga malam, sedangkan Soto Kadipiro biasanya sudah habis sebelum jam 3 sore.
  • Siap Antre:
    Destinasi hits seperti Sate Pak Pong dan Gudeg Yu Djum biasanya mengalami antrean panjang saat akhir pekan.
  • Bawa Uang Tunai:
    Meski banyak yang sudah menerima QRIS, beberapa tempat tradisional lebih menyukai transaksi tunai.










Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan