
Peningkatan Penumpang Bandros Selama Libur Nataru 2025-2026
Selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jumlah penumpang Bandung on the Bus (Bandros) mengalami lonjakan yang signifikan. Bahkan, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada pekan terakhir tahun 2025 saja, tercatat lebih dari 6.000 orang yang menggunakan layanan Bandros.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mencatat bahwa jumlah penumpang Bandros pada 26–31 Desember 2025 mencapai 6.262 orang. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu 6.079 orang. Kenaikan ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap penggunaan transportasi umum selama momen liburan.
Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Angkutan Dishub Kota Bandung, Yudhiana Ardisoma, menjelaskan bahwa kenaikan jumlah penumpang Bandros selama libur Nataru mencapai hingga 80% dibandingkan hari biasa. Ia menyebutkan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan ini adalah libur sekolah yang berbarengan dengan libur Nataru.
"Karena memang kebetulan liburan sekolah berbarengan dengan libur Nataru, jadi pengguna Bandros ada kenaikan. Kalau dilihat dari hari biasa, pengguna Bandros terlihat ada peningkatan sampai 80%," ujar Yudhiana saat dihubungi, Jumat 2 Januari 2026.
Untuk menghadapi lonjakan penumpang, Dishub Kota Bandung telah melakukan sejumlah persiapan. Salah satunya adalah dengan mengerahkan semua unit Bandros yang ada untuk melayani penumpang di tiga rute utama, yaitu di Alun-alun Bandung, Jalan Diponegoro, dan Jalan Sulanjana.
"Kemarin armada yang biasa kami luncurkan 10 unit, lalu armada cadangan pun kami turunkan. Jadi total ada 12 armada yang kami luncurkan, kan biasanya 10 unit yang beroperasi sedangkan 2 unit lagi buat cadangan, tapi untuk musim libur Nataru ini kami luncurkan semua," katanya.
Di samping menambah jumlah armada, jam operasional Bandros juga diperpanjang hingga malam hari khusus pada akhir pekan. Namun, penambahan jam operasional pada hari kerja terkendala oleh sumber daya manusia (SDM).
"Sabtu dan Minggu kami operasional sampai malam, tapi untuk hari Senin hingga Jumat kami operasikan normal. Itu terkait SDM karena operasional dari pagi jadi yang dikhawatirkan itu nanti malah terlalu overtime, jadi SDM itu lembur buat di Sabtu dan Minggu saja," ujarnya.
Yudhiana juga menyebutkan bahwa di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung terjadi kemacetan lalu lintas selama momentum Nataru, termasuk di ruas-ruas jalan yang dilalui oleh Bandros. Meski begitu, ia mengaku bahwa hal itu tidak menjadi kendala bagi para petugas di lapangan.
Pada 2026 ini, Yudhiana menambahkan bahwa Pemerintah Kota Bandung berencana menambah unit Bandros agar dapat melayani semakin banyak orang. Namun, realisasi rencana ini akan bergantung pada kemampuan anggaran daerah.
Rencana Pengembangan Bandros di Tahun 2026
Berikut beberapa langkah yang direncanakan oleh pihak Dishub Kota Bandung untuk pengembangan Bandros:
- Penambahan Unit Armada: Pemerintah Kota Bandung berencana menambah jumlah unit Bandros agar bisa melayani lebih banyak penumpang.
- Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas transportasi umum selama masa liburan maupun hari biasa.
-
Penambahan unit ini akan dipertimbangkan sesuai dengan anggaran yang tersedia.
-
Peningkatan Kapasitas Operasional: Selain menambah armada, Dishub juga akan fokus pada peningkatan kapasitas operasional Bandros.
- Hal ini meliputi perluasan jam operasional dan pengoptimalan rute-rute yang sudah ada.
-
Diharapkan, dengan peningkatan ini, pengguna Bandros akan merasa lebih nyaman dan efisien dalam bertransportasi.
-
Pengembangan Infrastruktur Pendukung: Pemerintah Kota Bandung juga akan berupaya memperbaiki infrastruktur pendukung seperti terminal dan jalur khusus bus.
- Infrastruktur yang baik akan membantu mengurangi kemacetan dan meningkatkan keandalan layanan Bandros.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar