Liga.Tennis Buka Akademi dan Kamp Junior di Ubud, Bekali Atlet Muda Bali

Liga.Tennis Memperluas Cakupan dengan Lapangan Baru di Ubud

Liga.Tennis, komunitas tenis dan padel yang berkembang pesat di Pulau Dewata, kembali memperluas cakupannya dengan membuka lapangan baru di kawasan Ubud. Proyek ini mencakup total 3 lapangan padel dan 3 lapangan tenis yang dibangun di area seluas 40 hektar.

Selain itu, Liga.Tennis juga berupaya untuk mencetak atlet tenis muda di Bali kembali diperkuat. Untuk menyukseskan hal tersebut, mereka meluncurkan dua program pembinaan baru bernama Junior Academy dan Junior Camp. Kedua program ini ditujukan bagi anak-anak usia 5–17 tahun dan akan mulai berjalan pada tahun depan dengan konsep latihan yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan.

Founder Liga.Tennis, Dmitry Shcherbakov, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk memfasilitasi lahirnya generasi baru atlet tenis Bali. Junior Academy dan Junior Camp akan mengikuti kalender libur sekolah setiap semester dengan durasi 6 hingga 9 minggu.

“Periode tersebut dipilih agar peserta bisa berlatih secara intens tanpa mengganggu aktivitas akademik,” jelasnya saat pembukaan fasilitas Liga.Tennis di Ubud, Gianyar, Sabtu (6/12).

Pembinaan yang Terstruktur dan Berkelanjutan

Dmitry menjelaskan bahwa pembinaan dalam program ini mencakup empat kategori utama, disesuaikan dengan tahap perkembangan masing-masing kelompok usia. Materinya meliputi penguasaan dasar-dasar tenis, penguatan fisik, pembentukan karakter kompetitif, hingga pendalaman teknik lanjutan.

“Program ini bukan sekadar tempat latihan, tetapi juga wadah pengembangan karakter dan mental bertanding,” tegasnya.

Liga.Tennis ingin berkontribusi langsung pada komunitas lokal dengan memberikan akses pembinaan yang tepat sejak usia dini. Dalam program serupa yang digelar sebelumnya, jumlah peserta stabil di angka 70–100 anak setiap periode tiga bulan. Hal ini mencerminkan besarnya antusiasme anak-anak Bali untuk menekuni olahraga tenis.

Tujuan Menciptakan Atlet Berkualitas

Dmitry menambahkan, tujuan utama dari Junior Academy dan Junior Camp adalah menghasilkan atlet-atlet muda Bali yang mampu bersaing di level lebih tinggi. “Kami ingin anak-anak yang berlatih di sini suatu hari bisa mewakili daerahnya, bahkan membela Indonesia. Program ini diharapkan menjadi jembatan menuju level kompetitif,” ujarnya.

Dengan hadirnya dua program pembinaan baru ini, Bali selangkah lebih maju dalam memperkuat fondasi atlet tenis usia dini dan menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan di tingkat komunitas hingga nasional. Ini menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga tenis di wilayah Bali dan menjadikannya sebagai pusat pengembangan bakat atlet tenis muda.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan