Lihat data terbaru kepemilikan Grup Salim di BUMI

Kepemilikan Saham Grup Salim di BUMI hingga Tahun 2025

Grup Salim tetap mempertahankan kepemilikan saham besar di emiten pertambangan batu bara PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) hingga akhir tahun 2025. Hal ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap prospek perusahaan dalam jangka panjang.

Harga saham BUMI mengalami kenaikan signifikan pada sesi perdagangan perdana 2026. Dalam sehari, harga saham naik sebesar 14,75% menjadi Rp420 per lembar. Dengan kenaikan tersebut, harga saham BUMI tercatat telah meningkat sebesar 238,71% dalam setahun terakhir.

Pemegang Saham Utama BUMI

Dalam laporan yang diterbitkan oleh Bisnis, Grup Salim memiliki kepemilikan saham BUMI melalui beberapa entitas. Berikut adalah dua entitas utama yang terlibat:

  • Mach Energy (Hong Kong) Limited
    Entitas ini dikendalikan oleh Grup Bakrie dan Grup Salim. Berdasarkan data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga 30 Desember 2025, Mach Energy memegang 45,78% saham BUMI, atau setara dengan 170 miliar saham.

  • Treasure Global Investments Limited
    Entitas ini dikendalikan sepenuhnya oleh Grup Salim. Dalam laporan KSEI, Treasure Global Investments Limited tercatat memiliki 8,08% saham BUMI, atau sekitar 30 miliar saham.

Peluang BUMI Masuk MSCI Indonesia Global Standard Index

Sebelumnya, BUMI dinilai memiliki peluang besar untuk masuk ke dalam MSCI Indonesia Global Standard Index, khususnya dalam peninjauan Februari 2026. Sebelumnya, anak usaha BUMI, yakni PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), telah resmi masuk ke dalam indeks tersebut.

BRMS telah resmi menjadi bagian dari konstituen Morgan Stanley Capital International (MSCI) Indonesia Global Standard Index alias kategori big cap. Keberadaannya di indeks global tersebut diumumkan setelah hasil tinjauan berkala periode November 2025 oleh MSCI.

Sementara itu, BUMI masih bertahan sebagai anggota MSCI Indonesia Small Cap Index. Selain itu, BUMI juga telah menjadi bagian dari Investable Market Indexes (IMI) MSCI.

Proses Rebalancing Konstituen MSCI

Rebalancing atau kocok ulang konstituen MSCI dilakukan sebanyak empat kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi kelayakan suatu saham masuk atau keluar dari indeks MSCI.

Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan, analis dari Indo Premier Sekuritas, menyatakan bahwa BUMI memiliki kemungkinan tinggi untuk dimasukkan ke dalam indeks MSCI Standard Cap selama peninjauan Februari 2026. Menurut mereka, BUMI telah melampaui ambang batas minimum untuk harga saham, yaitu sebesar Rp315 per lembar.

Selain itu, para analis menilai lonjakan harga saham BUMI dalam sebulan terakhir masih sesuai dengan ketentuan MSCI terkait ambang batas kenaikan harga saham ekstrem. Namun, jika harga saham BUMI melampaui Rp700 per saham pada akhir Januari 2026, maka akan ada peninjauan lebih lanjut.

Penutup

Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak pembaca melakukan investasi. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Setiap risiko dan keuntungan yang timbul dari keputusan investasi berada di luar tanggung jawab penyedia informasi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan