
Universitas Hasanuddin Gelar Rapat Paripurna Senat Akademik
Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Rapat Paripurna Senat Akademik terbatas dalam rangka pengukuhan dan penerimaan lima guru besar sebagai anggota Dewan Profesor. Acara ini berlangsung di Ruang Senat Lantai 2, Gedung Rektorat, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, pada Selasa, 2 Desember 2025. Lima guru besar yang dikukuhkan berasal dari tiga fakultas, yaitu Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Pada kesempatan tersebut, masing-masing guru besar menyampaikan pidato penerimaan yang mencerminkan kontribusi mereka dalam bidang keilmuan masing-masing. Berikut adalah ringkasan pidato dari masing-masing guru besar:
Prof. Dr. drg. Ayub Irmadani Anwar, M.Med.Ed., FISDPH., FISPD
Prof. Ayub menyampaikan pidato dengan judul “Transformasi Promosi dan Preventif Kesehatan Gigi Masyarakat Melalui Inovasi Digital: Membangun Generasi Bebas Karies di Era Teknologi”. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya transformasi digital dalam meningkatkan literasi kesehatan gigi masyarakat. Menurutnya, teknologi bukan hanya alat bantu, tetapi juga katalis perubahan perilaku.
Ia menjelaskan bahwa dengan dukungan kebijakan, riset, dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia dapat mencapai visi masyarakat dengan derajat kesehatan gigi yang lebih baik. Rekomendasi strategis untuk promosi kesehatan gigi digital meliputi penguatan regulasi yang mendukung platform digital hingga pengembangan konten kreatif dan interaktif di berbagai platform.
Tujuan utamanya adalah meningkatkan akses informasi kesehatan gigi, mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui teknologi, serta memanfaatkan data digital untuk deteksi dini dan edukasi yang lebih personal. Prof. Ayub juga menegaskan pentingnya roadmap 5 tahun ke depan untuk membentuk pusat riset bidang promosi dan preventif kesehatan gigi masyarakat yang mampu mengelola pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.
Prof. Dr. Abdul Karim, M.Si
Prof. Abdul Karim menyampaikan pidato bertema “Kitin dan Kitosan: Biomaterial Alami Multifungsional”. Dalam pidatonya, ia menjelaskan pemanfaatan limbah maritim sebagai sumber daya alternatif. Kitin dan kitosan dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang seperti kesehatan, biomedis, pertanian, hingga material dan rekayasa.
Menurutnya, kitin dan kitosan adalah contoh nyata bagaimana limbah biologis yang selama ini kurang diperhatikan kini dapat dimanfaatkan sebagai biomaterial fungsional. Dari struktur kimianya yang sederhana namun fleksibel, ia melihat potensi luar biasa dalam aplikasi biomedis, pangan, hingga bioindustry.
Prof. Dr. Rosana Agus, M.Si
Prof. Rosana Agus menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Dari Gen ke Vaksin: Inovasi Biologi Molekuler dalam Pengembangan Vaksin Tuberkulosis Generasi Baru”. Ia menjelaskan bahwa riset dan pengembangan vaksin TB berbasis gen lokal Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada produk impor, yang merupakan pilar utama Ketahanan Kesehatan Nasional.
Vaksin yang dikembangkan dengan gen lokal lebih efektif bagi masyarakat Indonesia. Pengembangan vaksin TB menghadapi tantangan biologis, teknis, dan finansial yang kompleks. Namun, menawarkan peluang kesehatan global karena TB merupakan salah satu penyakit infeksi mematikan di dunia.
Prof. Dr. Amir Ilyas, S.H., M.H
Prof. Amir Ilyas menjelaskan tentang “Hukum Pidana Kelalaian Medik (Suatu Pendekatan Keadilan Restoratif)”, yang menguraikan bagaimana perkara medik dapat diselesaikan dengan pendekatan mendamaikan antara pelaku tindak pidana dengan korban atau keluarganya.
Penyelesaian perkara pidana dengan menggunakan keadilan restoratif (Restorative Justice atau RJ) saat ini telah banyak dipraktikkan oleh kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan. Prospek penyelesaian perkara pidana dengan menggunakan keadilan restoratif sangat menjanjikan.
Prof. Dra. Indah Raya, M.Si., Ph.D
Prof. Indah Raya menyampaikan pidato dengan judul “Desain dan Sintesis Logam – Ditiokarbamat sebagai Agen Molekuler Baru dalam Menghadapi Krisis Tuberkulosis Resisten Obat”. Ditiokarbamat (DTC) merupakan ligan serbaguna yang mampu berkoordinasi dengan berbagai ion logam transisi, membentuk kompleks yang beberapa di antaranya menunjukkan aktivitas biologis.
Ligan DTC dapat disintesis dengan mudah dari bahan baku yang melimpah, baik yang berasal dari asam amino alami maupun sintetik. Hal ini menjadi pendekatan yang menjanjikan dalam pengembangan obat berbasis bahan alam maupun bahan sintetik.
Kegiatan Rapat Paripurna Senat Akademik dalam rangka Pengukuhan dan Penerimaan sebagai anggota Dewan Profesor lima guru besar Unhas berlangsung lancar dan hikmat hingga pukul 11.30 Wita.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar