Limbah Berbau Busuk Mengalir ke Jalan, Wisatawan Kabur dari Pantai Barat Pangandaran

Limbah Berbau Busuk Mengalir ke Jalan, Wisatawan Kabur dari Pantai Barat Pangandaran

Masalah Limbah di Kawasan Wisata Pantai Barat Pangandaran

Di kawasan wisata Pantai Barat Pangandaran, terdapat masalah serius yang mengganggu kenyamanan pengunjung dan warga sekitar. Jorok dan bau menyengat terjadi di dekat jembatan layang sekitar Pos 2. Pada Sabtu (3/1/2025) pagi, air limbah mengalir ke ruas jalan wisata, yang disebut oleh warga setempat sebagai "air paceran".

Air paceran ini diduga berasal dari WC yang ada di lokasi tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan bagi para pedagang makanan setempat karena bau tidak sedap dan kotor yang ditimbulkan.

Raden, seorang pedagang setempat berusia 42 tahun, menjelaskan bahwa kondisi ini sudah terjadi selama setahun terakhir. Ia mengatakan bahwa air limbah dari WC tersebut bocor ke ruas jalan wisata. "Air limbah dari WC itu bocor ke depan (ruas jalan wisata)," ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp.

Sebelumnya, saluran tersebut sempat diperbaiki oleh pihak Jaga Lembur, namun air kembali bocor ke ruas jalan wisata. "Sekarang tambah parah, pokonya pedagang jualan makanan pada kecewa. Wisatawan juga jarang yang datang," katanya.

Dari pihak pengusaha WC, Raden mengatakan bahwa selama setahun ini tidak ada upaya perbaikan saluran pembuangan air limbah. "Selama setahun itu sama sekali tidak ada. Padahal itu air dari WC, seperti air kencing, bekas mandi, dan lainnya itu bocor. Baunya menyengat seperti bau cubluk (Kakus)," ucap Raden.

Ia berharap pemerintah daerah melalui Dinas terkait bisa segera menangani permasalahan air limbah dari WC tersebut. Hal ini sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan kawasan wisata.

Penanganan oleh Pihak Terkait

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan (DLHK) Kabupaten Pangandaran, Irwansyah, mengaku sudah mengetahui adanya air limbah yang mengalir ke ruas jalan wisata. "Kemarin juga sudah diketahui Pak Sekda dan pak Asda. Jadi, memang ada 4 titik di Pantai Barat dan sedang ditindaklanjuti," ujarnya.

Untuk jangka pendek, kemarin (2/1/2026) sudah dilakukan penyedotan dengan mobil dari DLHK, tapi tidak efektif. "Airnya itu ngalir terus, disedot tidak efektif, malah percuma," kata Irwansyah.

Tantangan dan Solusi yang Dibutuhkan

Masalah limbah yang terjadi di kawasan wisata Pantai Barat Pangandaran menunjukkan adanya ketidakmampuan sistem sanitasi yang ada. Selain itu, perlu adanya tindakan cepat dan permanen dari pihak berwenang untuk mengatasi masalah ini.

Beberapa solusi yang dapat dipertimbangkan antara lain: * Pembenahan sistem saluran pembuangan air limbah secara keseluruhan. * Peningkatan pengawasan dan pemeliharaan fasilitas umum seperti WC. * Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan