Lirik Lagu Manado Cincin Kaweng: Keras Hati Ngana Beking Bagini

Lirik Lagu Manado Cincin Kaweng: Keras Hati Ngana Beking Bagini

Sejarah dan Makna Lagu Manado "Cincin Kaweng"

Lagu Manado yang berjudul "Cincin Kaweng" diciptakan oleh Jemmy Ratulangi dan diproduksi oleh DL Records. Lagu ini telah menjadi populer di kalangan banyak penyanyi, termasuk Boraspati, Trio Pantera, Vanny Vabiola, Isty Julistry hingga penyanyi terkenal asal Medan, Judika. Lagu ini menceritakan tentang perasaan kecewa seseorang ketika kekasihnya kembali, namun ternyata sudah ada cincin kawin yang melingkar di jari manis sang kekasih. Tanda bahwa sang kekasih sudah resmi menikah.

Arti Kata "Cincin Kaweng"

Dalam bahasa Indonesia, kata "Cincin Kaweng" merujuk pada cincin perkawinan. Lagu ini memiliki makna yang dalam dan menyentuh hati, karena menggambarkan perasaan kehilangan dan kekecewaan akibat pengkhianatan cinta.

Asal Usul Bahasa Manado

Bahasa Manado bermula dari Bahasa Melayu Pasar. Di era kolonialisme, sekitar abad ke-16 atau lebih awal lagi, Bahasa Melayu memang telah menjadi bahasa penghubung (lingua franca) di seluruh wilayah Nusantara. Orang-orang Eropa dan penduduk pribumi Nusantara berkomunikasi satu sama lain menggunakan bahasa Melayu ini.

Di semenanjung utara Pulau Sulawesi (sekarang Provinsi Sulawesi Utara), Bahasa Melayu Pasar ini kemudian berevolusi seiring berjalannya waktu dan menjadi bahasa tersendiri yang sudah cukup berbeda dengan Bahasa Melayu asalnya. Hal ini terjadi karena banyaknya kosakata yang terakumulasi ke dalam bahasa ini.

Bahasa Manado menyerap kata-kata dari bahasa penduduk lokal Sulawesi Utara seperti Suku Minahasa, Sangir, dan Mongondow, ditambah kosakata dari bahasa-bahasa bangsa Eropa yang pernah eksis di wilayah ini seperti Portugis, Spanyol, dan Belanda. Kini, Bahasa Manado adalah bahasa utama yang digunakan sehari-hari oleh orang-orang di Sulawesi Utara.

Terjemahan Lirik Lagu "Cincin Kaweng"

Berikut adalah terjemahan lirik lagu "Cincin Kaweng":

  • Cincin kaweng yang kita lia
    (Cincin kawin yang saya lihat)
  • Pa ngana pe jari manis
    (Di jari manismu)
  • Beking kita pe hati ta pukul
    (Membuat hatiku terpukul)
  • Itu tanda ngana so orang punya
    (Itu tanda kamu sudah ada yang punya)
  • Inga dulu ngana mo pigi jaoh
    (Ingat dulu saat dikau hendak pergi jauh)
  • Satu kata ngana bilang pa kita
    (Satu kata kau katakan padaku)
  • Tutu jo tu hati, jangan trima lagi
    (Tutup saja hati itu, jangan terima lagi)
  • Cinta orang laeng ...
    (Cinta orang lain)

  • Kita dengar ngana so bale ulang
    (Aku dengar dikau sudah kembali)

  • Kita baharap torang mo baku dapa
    (Saya berharap kita bertemu)
  • Nintau ngana nyanda sandiri
    (Ternyata dikau tidak sendiri)
  • So ada yang ba iko ...
    (Sudah ada yang mengikuti)

  • Cincin kaweng yang kita lia
    (Cincin kawin yang daku lihat)

  • Pa ngana pe jari manis
    (Di jari manismu)
  • Beking kita pe hati ta pukul
    (Membuat hatiku terpukul)
  • Itu tanda ngana so ada laeng
    (Itu tanda dikau sudah ada yang lain)
  • Tega skali ngana beking bagini
    (Tega sekali kau buat begini)
  • Ngana se ancor kita pe hati
    (Kamu hancurkan hatiku)
  • Ngana yang suruh tutu tu hati
    (Dikau yang pinta tutup saja hati)
  • Nintau itu cuma di bibir
    (Ternyata itu hanya di bibir)
  • Ngana yang suruh tutu tu hati
    (Dikau yang pinta tutup saja hati)
  • Nintau itu cuma di bibir
    (Ternyata itu hanya di bibir).


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan