Listrik Padam Terus, Warga Aceh Sebut Klaim Menteri ESDM Candaan

Listrik Padam Terus, Warga Aceh Sebut Klaim Menteri ESDM Candaan

Kondisi Listrik di Aceh Masih Gelap Meski Klaim Pemerintah Berbeda

Pemadaman listrik masih terjadi di sejumlah wilayah Aceh pada Senin (8/12/2025) malam, meskipun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahaladia sebelumnya menyatakan bahwa 97 persen wilayah Aceh telah kembali menyala. Faktanya, banyak daerah di Aceh masih gelap gulita hingga malam hari.

Klaim tersebut disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahaladia dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di tengah situasi bencana banjir bandang yang melanda Aceh. Namun, klaim ini dibantah oleh warga, pejabat lokal, hingga Ombudsman RI, yang menegaskan bahwa kondisi lapangan masih jauh dari keadaan yang dinyatakan pemerintah.

Warga dan Pejabat Lokal Menyampaikan Laporan Berbeda

Berdasarkan laporan warga dan pejabat setempat, pemadaman listrik masih terjadi di beberapa wilayah seperti Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Jaya, Bireuen, hingga Gayo Lues.

Hilmi Irsyadi (20), warga Gampong Pango Deah, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, mengungkapkan bahwa listrik di desanya sudah padam total sejak Minggu pagi dan belum pulih hingga Senin malam. Hal serupa dilaporkan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Bireuen, M Zubair MH, yang menyebutkan bahwa seluruh Bireuen gelap karena listrik masih mati.

Di Gayo Lues, Syarifah Aini, relawan Psikososial Mitigation Disaster Muhammadiyah Center (MDMC) Aceh, mengungkapkan bahwa pemadaman listrik membuat aktivitas masyarakat terganggu. Untuk memenuhi kebutuhan dasar, ia harus pergi ke Masjid Taqwa Muhammadiyah yang mengoperasikan genset hanya saat waktu salat.

Reaksi dari Akademisi dan Warga

Ichsan MSn, dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, juga melaporkan kondisi serupa di Meunasah Krueng, Kecamatan Ingin Jaya. Listrik di sana padam sejak magrib dan hanya sempat menyala kurang dari lima jam sebelum kembali mati. Ia mengaku mengalami pemadaman berulang selama dua hari terakhir.

Sementara itu, Murni, dosen di kawasan Darussalam, Banda Aceh, mengatakan bahwa listrik di tempat tinggalnya juga mati total. Ia menyebut klaim Menteri Bahlil sangat bertolak belakang dengan kondisi nyata di lapangan.

Reaksi lebih keras datang dari warga Sabang, Muhammad Nauval, yang menilai pernyataan Bahlil mencerminkan buruknya pola komunikasi pejabat negara. Di Banda Aceh, Sukma, seorang dosen lainnya, menyebut bahwa masyarakat Aceh yang sedang mengalami bencana justru merasa “di-prank” oleh Menteri ESDM yang berulang kali mengeluarkan klaim tidak sesuai fakta sejak Jumat lalu.

Penolakan dari Juru Bicara Pemerintah Aceh

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengeluarkan bantahan resmi terhadap pernyataan Bahlil yang disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, informasi yang dipaparkan Menteri ESDM tidak akurat dan tidak mencerminkan kondisi lapangan. Ia juga mengingatkan agar seluruh pejabat berhati-hati dalam menyampaikan informasi, terutama di tengah situasi bencana yang sangat sensitif bagi kondisi psikologis masyarakat.

Perhatian dari Ombudsman RI

Dari Jakarta, Ombudsman RI turut menyoroti perbedaan laporan tersebut. Anggota Ombudsman RI, Johanes Widijantoro, meminta agar semua pihak, termasuk Kementerian ESDM dan PLN, memberikan informasi faktual mengenai pemulihan listrik pascabencana banjir di Aceh. Ia menegaskan bahwa akurasi informasi sangat penting untuk memastikan masyarakat dapat mengambil langkah penyelamatan yang tepat.

“Dalam kondisi bencana, masyarakat tidak membutuhkan laporan untuk menyenangkan pimpinan. Sampaikan apa adanya, apa yang sudah dikerjakan, apa kendalanya, dan area mana yang masih padam,” tegas Johanes pada Senin (8/12/2025) di Kantor Ombudsman RI, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (7/12/2025) di Bireuen, disampaikan bahwa 97 persen wilayah Aceh telah menyala dan siang kemarin ditargetkan mencapai 100 persen. Namun, pemantauan Ombudsman RI menemukan ketidaksinkronan antara laporan tersebut dengan kondisi di lapangan. Hingga berita ini ditayangkan, pemantauan menunjukkan bahwa masih banyak wilayah di Aceh bahkan termasuk ibu kota provinsi yang belum kembali mendapat pasokan listrik.

Kondisi ini membuat klaim Menteri ESDM menjadi bahan gunjingan, dengan warga menyebut Bahlil banyak dramanya hingga menilai pernyataannya sebagai bentuk “prank” terhadap masyarakat Aceh yang sedang tertimpa musibah.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan