
Bupati Agam Tinjau Lokasi Bencana Longsor di Maninjau
Bupati Kabupaten Agam, Ir. H. Berni Warlis, M.M., melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana longsor yang terjadi di Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, pada Kamis (1/1/2026). Bencana ini menyebabkan akses jalan provinsi Lubuk Basung–Bukittinggi tertutup total akibat timbunan material batu, kayu, dan lumpur di kawasan BRI Lama, Pasar Maninjau.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati melihat secara langsung kondisi badan jalan yang terdampak serta berdialog dengan unsur pemerintah kecamatan, nagari, dan masyarakat setempat. Ia juga memantau upaya penanganan darurat yang dilakukan bersama unsur Basarnas, TNI, Polri, dan relawan.
Bupati Agam menyampaikan bahwa situasi di wilayah Maninjau saat ini cukup mengkhawatirkan karena perubahan aliran sungai yang berpotensi menambah ancaman bagi permukiman warga.
“Kondisi di Maninjau sekarang boleh dikatakan mencekam, karena sungai yang kemarin itu sudah beralih alirannya ke lokasi sebelahnya. Maka semakin banyak yang terancam rumah penduduk. Jadi hari ini apa yang bisa dilakukan masyarakat bersama Basarnas, TNI, dan Polri, lakukan apa yang bisa dilakukan,” ujar Bupati.
Penanganan Bencana Harus Dilakukan Secara Komprehensif
Bupati menegaskan bahwa penanganan bencana tidak hanya dilakukan di titik longsor, tetapi juga membutuhkan penanganan teknis dari hulu agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kami sudah sampaikan ke gubernur dan balai sungai untuk ditangani secara teknis. Penanganannya dari hulu perlu keilmuan. Yang longsor kita selesaikan dengan alat berat, tapi tadi satu alat berat ikut tertimbun karena kurangnya perhitungan teknis," ujarnya.
Penyelesaian dari hulu sampai ke bawah ini harus ada ilmunya, dan itu yang kita mintakan ke provinsi melalui BWS. Alhamdulillah, BWS sudah hadir hari ini.
Upaya Penanganan Darurat dan Mitigasi
Saat ini terdapat empat unit alat berat yang dikerahkan ke lokasi, namun satu di antaranya tertimbun material longsor. Sementara itu, sebanyak 40 rumah dilaporkan terdampak akibat kejadian tersebut.
Pemerintah Kabupaten Agam bersama unsur terkait terus melakukan penanganan darurat, pembersihan material, serta langkah mitigasi lanjutan guna meminimalisir risiko bagi masyarakat.
Langkah-Langkah yang Dilakukan
- Pemantauan langsung oleh Bupati Agam terhadap lokasi bencana longsor
- Dialog dengan pemerintah kecamatan, nagari, dan masyarakat setempat
- Kerja sama dengan Basarnas, TNI, Polri, dan relawan dalam penanganan darurat
- Pengajuan penanganan teknis dari hulu ke bawah kepada gubernur dan balai sungai
- Pemrosesan material longsor menggunakan alat berat
- Pelibatan 4 unit alat berat, meskipun salah satunya tertimbun
- Identifikasi 40 rumah yang terdampak oleh bencana
- Peningkatan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana di masa depan
Tindakan Lanjutan dan Peran Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Agam berkomitmen untuk terus mempercepat proses penanganan darurat dan memastikan keamanan masyarakat. Selain itu, pihak pemerintah juga berupaya memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana.
Dengan adanya kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga penanggulangan bencana, dan masyarakat, diharapkan dapat mengurangi dampak bencana dan membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana alam.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar