
Bencana Tanah Longsor di Jatinangor, 6 Pekerja Tertimbun
Tanah longsor terjadi di kawasan RW 1 Desa Sempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Jumat 2 Januari 2026. Kejadian tersebut menimpa enam pekerja yang sedang bekerja di lokasi pembangunan rumah. Empat orang dari mereka dinyatakan meninggal dunia, sementara dua lainnya berhasil selamat.
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 14.45. Dari data sementara yang diperoleh oleh tim lapangan, korban selamat adalah Ahmid (71) dan Dian (41). Mereka dievakuasi ke Rumah Sakit Universitas Padjadjaran untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Sementara itu, empat korban yang tertimbun tanah longsor adalah Ivan, Ujang, Ade Hilir, dan Hery.
Kantor SAR Bandung segera mengerahkan tim rescue untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan di lokasi longsor. Lokasi bencana berada di Dusun Cintamanah, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor. Awalnya, Kantor SAR Bandung menerima informasi tentang kejadian tersebut. Penyebab utama tanah longsor diduga akibat posisi pembangunan rumah yang berada di lereng, sehingga menyebabkan ketidakstabilan tanah. Akibatnya, beberapa pekerja tertimbun oleh tanah yang longsor.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Moch Adip, menjelaskan bahwa kejadian ini merupakan kecelakaan kerja konstruksi. Kronologis kejadian dimulai saat aktivitas pembangunan konstruksi sedang berlangsung. Enam pekerja tertimbun oleh tanah longsor, dengan empat di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Pranata Humas Ahli Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Hadi Rahmat, membenarkan peristiwa tersebut. Menurut laporan sementara, total ada enam warga yang terdampak langsung oleh reruntuhan longsor.
“Betul longsor, tertimbun enam orang. Dua selamat, empat masih tertimbun,” ujar Hadi Rahmat saat dikonfirmasi.
Hadi menjelaskan bahwa saat ini, tim dari BPBD Jabar bersama petugas gabungan sedang berada di lokasi kejadian untuk melakukan asesmen cepat dan upaya evakuasi. Fokus utama petugas adalah mencari keberadaan empat warga yang belum ditemukan, sembari mendata penyebab pasti dan kronologi kejadian.
“Empat orang warga tertimbun masih dalam pencarian. Tim masih penanganan,” tuturnya.
Kapolsek Jatinangor Komisaris Rogers Thomas mengungkapkan bahwa kondisi di lokasi bencana saat ini cukup menyulitkan proses pencarian. Hujan deras dilaporkan masih mengguyur wilayah Jatinanggor saat proses evakuasi berlangsung.
“Di sini lagi hujan,” ucap Rogers singkat, menggambarkan situasi di lapangan.
Cuaca Ekstrem dan Potensi Ancaman
Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Teguh Rahayu, sebelumnya telah mengingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat. Ia menyebutkan, Bandung Raya dan sekitarnya telah memasuki musim hujan, dengan puncaknya diperkirakan terjadi antara November 2025 hingga Maret 2026.
“BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada karena dalam sepekan ke depan beberapa wilayah di Jawa Barat diperkirakan akan mengalami peningkatan intensitas hujan,” kata Teguh Rahayu.
BMKG memprediksi cuaca satu pekan ke depan berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang, sore, hingga malam hari.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar