Perjalanan Berat Bupati Aceh Timur Mengantar Bantuan ke Lokop
Perjalanan yang penuh tantangan dialami oleh rombongan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, saat mengantar bantuan bagi korban banjir di wilayah Lokop. Rintangan terberat yang dihadapi adalah tanah longsor yang menutupi sejumlah ruas jalan akibat dampak banjir. Meski begitu, semangat juang yang ditunjukkan oleh Bupati dan rombongannya berhasil membawa bantuan hingga ke pedalaman Lokop.
Bantuan yang disalurkan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang masih terdampak banjir. Sebelumnya, Bupati Aceh Timur telah melakukan perjalanan serupa, namun akses jalur yang terbatas menyebabkan bantuan hanya sampai di Penaron dan kemudian diangkut oleh warga setempat.
Misi kemanusiaan kali ini berlangsung dengan kondisi akses yang lebih ekstrem dibandingkan kunjungan sebelumnya. Menurut Bupati Al-Farlaky, bantuan ke wilayah Lokop sudah beberapa kali masuk sejak awal bencana. Sebagian besar dikirim melalui jalur darat, sementara sebagian lainnya pernah didistribusikan via udara menggunakan helikopter.
“Sudah dua kali bantuan udara masuk melalui heli, sekali oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem dan sekali oleh Ibu Gubernur,” ujar Bupati, Senin (8/12/2025).
Meskipun sebelumnya Bupati sudah pernah mengantar bantuan hingga perbatasan Penaron pada masa awal banjir, perjalanan kemarin menjadi salah satu yang terberat. Hampir seluruh ruas jalan menuju pedalaman Lokop terdampak longsor. Sepanjang perjalanan, rombongan berkali-kali tertahan akibat timbunan material tanah dan bebatuan.
“Kita tak patah semangat meskipun beberapa kali kami terjebak longsor. Bahkan kami harus menunggu alat berat bekerja dulu baru bisa jalan lagi,” katanya. Meski menghadapi jalur ekstrem dan berulang kali terhambat, Bupati Aceh Timur Al-Farlaky tetap melanjutkan perjalanan hingga bantuan berhasil disalurkan langsung kepada warga di pedalaman.
Korban Banjir Aceh Timur Bertambah
Korban meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda Aceh Timur terus bertambah. Hingga Senin (8/12/2025), jumlah korban meninggal dunia mencapai 48 orang. Data awal menunjukkan 30 korban, lalu meningkat menjadi 39, dan kini bertambah menjadi 48 orang.
Rekapan data terus diupdate untuk seluruh kecamatan di Aceh Timur. Selain korban jiwa, korban luka berat dan kerugian materil juga sangat parah. Berikut data lengkapnya:
- Total warga terdampak:
- 64.610 Kepala Keluarga (KK) dengan 267.714 jiwa lebih
- Korban luka ringan: 894 orang
- Korban luka berat: 506 orang
- Kerugian materil mencapai Rp. 4,28 triliun
Status Pengungsian
- Mengungsi: 56.332 KK atau 256.822 jiwa
- Tidak Mengungsi: 8.543 KK atau 34.166 jiwa
- Lokasi pengungsian: 1.195 titik
Wilayah yang terdampak mencakup 24 Kecamatan dan 429 desa. Rata-rata ketinggian air yang merendam kecamatan dan desa mencapai 1 meter hingga 3 meter. Banyak wilayah masih terisolir akibat jembatan rusak, longsor, dan jalan yang tertutup.
Kerusakan Fasilitas Umum
- Rumah rusak berat: 5.633 unit
- Rumah rusak sedang: 4.219 unit
- Rumah rusak ringan: 6.352 unit
Data ini juga termasuk jembatan, rumah ibadah, sekolah meunasah, dermaga boat, dan fasilitas layanan publik lainnya.
Kendala di Lapangan
Hingga saat ini, masih banyak kendala yang terjadi di lapangan, antara lain:
- Listrik yang masih padam
- Jaringan komunikasi masih terputus
- Kekurangan perahu karet
- Beberapa jalur menuju lokasi bencana masih terputus
- Keterbatasan tenaga pengungsian

Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar