
Libur Nataru 2025/2026 Jadi Magnet Wisata di DIY
Libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dua destinasi utama, Pantai Parangtritis di Bantul dan kawasan Kaliurang di Sleman, mengalami lonjakan kunjungan yang luar biasa. Hal ini dipicu oleh libur panjang, cuaca yang relatif bersahabat, serta berbagai atraksi budaya yang menarik minat wisatawan.
Pantai Parangtritis Mengalami Lonjakan Pengunjung
Peningkatan jumlah pengunjung di Pantai Parangtritis sudah terlihat sejak 24 Desember 2025. Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis, Rohmad Riwanto, menyebutkan bahwa pada Rabu, 24 Desember 2025 hingga pukul 19.00 WIB, tercatat 6.216 wisatawan masuk kawasan pantai. Angka tersebut melonjak tajam keesokan harinya.
“Pada Kamis (25/12) sampai pukul 19.00 WIB, jumlah pengunjung mencapai 10.971 orang. Ada kenaikan sekitar 4.755 pengunjung,” ujar Rohmad, Jumat, 26 Desember 2025.
Sementara itu, pada Jumat, 26 Desember 2025 hingga pukul 15.19 WIB, tercatat 5.212 orang telah masuk kawasan Parangtritis. Namun, ia belum bisa memastikan total akhir harian karena kondisi cuaca yang berubah-ubah.
“Sekarang sedang hujan, jadi kita tunggu sampai pukul 19.00 WIB,” katanya.
Wisatawan yang datang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang. Rohmad menyebut pengunjung tidak hanya dari DIY, tetapi juga dari Jakarta dan Jawa Barat. Untuk mengantisipasi lonjakan, jumlah petugas TPR turut ditambah. Dari biasanya 10 orang, kini menjadi 14 orang khusus di Parangtritis.
Kebijakan serupa dilakukan di tingkat kabupaten. Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, mengatakan jumlah petugas retribusi selama Nataru ditingkatkan drastis.
“Dari sekitar 40 orang, sekarang menjadi sekitar 120 personel,” jelasnya.
Langkah ini dilakukan agar pelayanan tetap lancar dan tidak ada potensi kebocoran retribusi meski pengunjung membludak.
Kaliurang dan Kawasan Kepuharjo Juga Dilanda Lonjakan
Selain Pantai Parangtritis, geliat serupa juga terasa di kawasan wisata Kaliurang, Sleman. Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sleman, Kus Endarto, menyebut lonjakan mulai terlihat sejak akhir pekan 20–21 Desember. Puncaknya terjadi pada Kamis, 25 Desember 2025, dengan total 4.634 kunjungan dalam sehari.
“Kenaikan ini dipengaruhi libur Natal dan adanya pentas Jathilan Turonggo Sakto di Tlogo Putri,” ujar Kus.
Jika dibandingkan sehari sebelumnya, 24 Desember yang mencatat 2.247 kunjungan, terjadi lonjakan lebih dari 100 persen. Bahkan dibanding Minggu (21/12) dengan 3.433 pengunjung, kenaikannya hampir 35 persen.
Tak hanya Kaliurang, kawasan Kepuharjo juga kebanjiran wisatawan. Kepala Dispar Sleman, Edy Winarya, menyebut pada 25 Desember total kunjungan mencapai 10.706 orang, termasuk wisata jip lava tour.
Selama periode Nataru, Sleman menargetkan total kunjungan 250–300 ribu wisatawan dengan potensi perputaran uang Rp187,5 miliar hingga Rp600 miliar.
Libur Nataru sebagai Mesin Penggerak Ekonomi
Libur panjang kali ini tak sekadar jadi waktu rehat, tapi juga mesin penggerak ekonomi pariwisata DIY. Berbagai destinasi wisata mengalami peningkatan kunjungan yang signifikan, baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara. Ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata DIY semakin berkembang dan menjadi salah satu sumber pendapatan yang vital bagi daerah.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar