
Persiapan Pemilihan Ketua RT dan RW di Kota Makassar
Pemilihan ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se-Kota Makassar akan berlangsung secara serentak pada Rabu, 3 Desember 2025. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh pihak terkait untuk memastikan proses pemilihan berjalan lancar dan transparan. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala.
Lurah Bangkala, M Dapri Kodding, melakukan inspeksi ke seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memastikan kesiapan pelaksanaan pemilihan. Pada Selasa (2/12/2025), ia mengunjungi TPS 05 Kelurahan Bangkala bersama timnya. Di lokasi tersebut, sekitar empat orang petugas TPS sedang sibuk mendirikan tenda sebagai tempat utama pemungutan suara. Sementara itu, petugas lainnya memastikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) telah disiapkan dengan rapi.
Kursi juga telah disiapkan untuk para pemilih yang akan menunggu saat hari pemungutan suara tiba. Menurut M Dapri Kodding, jumlah DPT di Kelurahan Bangkala mencapai sekitar 3.647 orang dari 12 TPS. Jumlah ini menunjukkan partisipasi yang cukup tinggi dari warga setempat.
Di sisi lain, ada sebanyak 115 warga yang bersaing memperebutkan 65 kursi ketua RT, sementara untuk posisi ketua RW terdapat 24 calon yang berkompetisi untuk 12 RW. Dari jumlah tersebut, beberapa di antaranya merupakan calon tunggal. Ada empat RW yang hanya memiliki satu calon, sedangkan untuk tingkat RT terdapat 22 calon tunggal. M Dapri menjelaskan bahwa calon tunggal ini sudah ditetapkan dan tidak akan dipilih lagi dalam proses pemilihan.
Surat suara untuk pemilihan RT dan RW dicetak oleh pihak Kecamatan Manggala. Sementara itu, persiapan lain seperti perlengkapan ATK (alat tulis kantor) telah didistribusikan ke seluruh TPS. Hanya beberapa TPS yang belum mengambil kelengkapan tersebut. Untuk bilik suara, petugas TPS menggunakan karton bekas yang bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan. Kelurahan Bangkala menyediakan karton tersebut, sehingga petugas dapat memodifikasinya sendiri agar mirip dengan bilik suara dalam pemilihan presiden sebelumnya.
Pengawasan oleh Pemantau Terlatih
Pemilihan RT dan RW se-Kota Makassar akan diawasi oleh 250 orang pemantau yang telah terlatih. Mereka disebar di 15 kecamatan untuk memantau langsung proses pemilihan ketua RT dan RW pada 3 Desember 2025. Pemantau ini direkrut dan dilatih oleh Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) Universitas Hasanuddin (Unhas).
LSKP Unhas telah menggelar pembekalan bagi para pemantau sebelum pelaksanaan pemilihan. Dalam acara tersebut, Komisioner Bawaslu Sulawesi Selatan, Drs Saiful Jihad MA, hadir memberikan materi. Para pemantau ini telah digembleng oleh tim khusus dalam pertemuan teknis untuk memastikan mereka siap melaksanakan tugasnya.
Direktur LSKP, M Kafrawy Saenong, menjelaskan bahwa 250 pemantau dari seluruh kecamatan telah direkrut dan akan dikerahkan untuk memantau seluruh tahapan proses pemilihan. Proses pemilihan RT dan RW akan menentukan 6.027 ketua RT dan 1.005 ketua RW di 153 kelurahan se-Kota Makassar.
Tahapan Pemantauan
Para pemantau yang diterjunkan oleh LSKP Unhas akan memonitor lima tahapan penting dalam pemilihan:
- Pemantauan proses tahapan pemilihan, termasuk penjaringan dan penetapan calon.
- Pemantauan proses kampanye calon.
- Pemantauan hari pemungutan suara (har-voting).
- Pemantauan penutupan serta perhitungan suara.
- Pemantauan hasil perhitungan suara.
Sebagai lembaga di tingkat paling dasar, ketua RT dan RW memiliki peran strategis dalam menjaga ketertiban, keamanan lingkungan, kebersihan, pemeliharaan fasilitas seperti lampu jalan dan saluran air, serta menjadi penghubung antara warga dan pemerintah.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar