
Proyek Perbaikan Jalan Pantura Semarang-Demak Berpotensi Sebabkan Macet
Jalan Pantura Semarang-Demak diperkirakan akan mengalami kemacetan sepanjang bulan Januari hingga April 2026. Hal ini disebabkan oleh adanya pengerjaan proyek perbaikan jalan yang dilakukan di beberapa titik. Bagi pengguna jalan yang ingin menghindari kemacetan, disarankan untuk mencari jalur alternatif selain melewati jalan tersebut.
Proyek perbaikan jalan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan jalan terhadap genangan air dan beban kendaraan yang tinggi. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.1 Provinsi Jawa Tengah, Awang Nofika, menjelaskan bahwa proyek tersebut akan melibatkan preservasi Jalan Batas Kota Semarang-Demak-Trengguli-Jepara hingga batas Kabupaten Kudus.
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan ketahanan jalan terhadap genangan air dan beban lalu lintas,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Pekerjaan Pada Ruas Jalan Kaligawe
Pada ruas Jalan Kaligawe KM 3+450 hingga KM 4+650 atau di kawasan Terminal Terboyo, penanganan dilakukan melalui peninggian badan jalan. Metode yang digunakan yaitu dengan lapis fondasi agregat kelas A dan AC-BC.
Selain itu, pihaknya juga telah melakukan penanganan darurat pasca-banjir di Jalan Nasional Kaligawe pada November 2025. Pengerjaan dilakukan menggunakan metode cold milling machine (CMM) untuk menjaga fungsionalitas jalan serta keselamatan pengguna.
“Hingga Desember 2025, kami akan melakukan pemeliharaan rutin secara berkala guna memastikan kondisi perkerasan tidak terjadi lubang pada badan jalan,” tambahnya.
Penghentian Sementara Proyek Di Trengguli
Adapun, proyek perbaikan jalan Pantura Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak dihentikan sementara demi kelancaran arus lalu lintas di momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Pekerjaan akan dilanjutkan pada 5 Januari 2026.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa sejumlah alat berat masih berada di area Simpang Tiga Trengguli, namun tidak ada aktivitas perbaikan jalan. Sementara kondisi arus lalu lintas dari arah Kudus menuju Semarang maupun sebaliknya terpantau ramai lancar.
Penjelasan Dari KBO Satlantas Polres Demak
KBO Satlantas Polres Demak, Iptu Djoko Prayitno, mengonfirmasi bahwa penghentian sementara proyek perbaikan jalan nasional tersebut dilakukan demi kelancaran arus lalu lintas selama libur Nataru.
“Untuk kegiatan perbaikan jalan di Demak, khususnya di kilometer 70.750, kami break dulu kemarin tanggal 24 (Desember 2025),” ujarnya.
Meski begitu, sejumlah pekerja jalan masih berada di lokasi dan siap untuk melakukan perbaikan ringan jika diperlukan. “Namun demikian, peralatan dan petugas tetap di-standby-kan apabila jalan-jalan rusak diperbaiki demi kelancaran lalu lintas,” tambahnya.
Rencana Lanjutan Proyek
Djoko menyatakan bahwa proyek perbaikan jalan akan kembali dilaksanakan sekitar tanggal 5 Januari 2026 setelah kepadatan arus lalu lintas kembali normal. “Insyaallah sampai selesai Nataru, nanti di tanggal 4 atau 5 Januari baru pekerjaan bisa dilanjutkan lagi di wilayah Pantura Demak,” katanya.
Sementara ini, pihaknya memprioritaskan pengguna jalan agar nyaman tanpa hambatan. “Kami prioritas masyarakat pengguna jalan, terkhusus di Pantura Demak, supaya mereka berlibur Nataru ini bisa lancar dan nyaman tanpa ada hambatan yang sangat berarti,” ujarnya.
Keamanan Dan Keselamatan Berkendara
Djoko juga mengimbau pengguna jalan Pantura Demak untuk senantiasa berhati-hati dan menaati aturan lalu lintas saat berkendara. “Saya mohon untuk tetap berhati-hati, tetap tertib berlalulintas, kondisi kendaraan diperhatikan, kemudian faktor keselamatan berkendara juga diperhatikan, apabila sudah lelah atau mengantuk lebih baik menepi mencari rest area,” tukasnya.
Saat ini, kondisi lalu lintas sepanjang Pantura Demak, dari perbatasan Kabupaten Kudus hingga Kota Semarang, terpantau ramai lancar. “Dari Karanganyar sampai Sayung sampai siang ini masih terpantau ramai lancar terkendali,” tandasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar