Mahasiswa di Sanggau Tewas Dibunuh Teman Kos Gara-Gara Utang Rp700 Ribu

Mahasiswa di Sanggau Tewas Dibunuh Teman Kos Gara-Gara Utang Rp700 Ribu

Nasib Tragis Mahasiswa di Sanggau Dibunuh oleh Teman Kos

Seorang mahasiswa di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mengalami nasib tragis setelah dibunuh oleh teman kosnya. Peristiwa ini terjadi akibat cekcok yang dipicu oleh masalah utang. Jasad korban kemudian dibungkus karung dan disimpan di kamar kos pelaku.

Lokasi Kejadian

Kamar kos tempat jasad korban disimpan berada di Gang Bengkawan, Jalan Bujang Malaka, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Lokasi tersebut menjadi pusat perhatian setelah kejadian tersebut terungkap.

Awal Terungkapnya Pembunuhan

Kejadian ini bermula dari keluarga korban yang mencari keberadaan Melki (18), seorang warga Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau. Orang tua korban menghubungi pemilik kos, tetapi tidak menemukan keberadaan anaknya. Pemilik kos kemudian menghubungi tetangga kos Melki, yaitu WF (24) warga Dusun Gombang, Desa Gombang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak.

Pengakuan Pelaku

Tidak disangka, WF mengakui telah membunuh korban dan menyimpan jasadnya di kamar kos yang ia sewa. Setelah dicek, benar saja jasad Melki terbungkus karung dalam kamar kos tersebut. Kejadian ini terjadi pada hari Kamis, 1 Januari 2026.

Kronologi Pembunuhan

Menurut informasi dari Kapolres Sanggau AKBP Sudarsono melalui Kasat Reskrim AKP Fariz Kautsar Rahmadhani, kasus ini terungkap setelah orang tua korban menghubungi pemilik kos sekitar pukul 11.26 WIB. Pemilik kos merasa curiga karena korban tidak ada di kamarnya, sehingga menghubungi WF yang menempati kamar di sebelah korban.

WF kemudian mengirimkan pesan WhatsApp yang mengakui telah membunuh korban dan menyimpan jasadnya di kamar kos yang ia sewa. Informasi tersebut segera dilaporkan ke pihak kepolisian melalui SPKT Polres Sanggau untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Penyebab Pembunuhan

Berdasarkan hasil penyelidikan, pembunuhan terjadi pada Rabu, 31 Desember 2025. Awalnya, pertengkaran antara korban dan pelaku dipicu oleh masalah utang sebesar Rp700.000. Pertengkaran berujung pada kekerasan fisik, di mana pelaku memiting leher korban, menjerat menggunakan tali tambang, serta memukul kepala korban hingga meninggal dunia di tempat kejadian.

Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku membungkus jasad korban dengan karung putih dan sempat berniat membuangnya. Namun rencana tersebut gagal dan jasad korban ditinggalkan di dalam kamar kos.

Pelarian Pelaku

Pelaku kemudian melarikan diri dengan membawa sepeda motor Honda Vario 125 milik korban. Kendaraan tersebut digadaikan di wilayah Pal 6, Ngabang, Kabupaten Landak, dengan nilai Rp7,5 juta melalui komunikasi via aplikasi Facebook Messenger. Pelarian pelaku berlanjut dengan menumpang truk dan menyewa mobil hingga kembali ke kampung halamannya.

Penangkapan Pelaku

Berkat koordinasi lintas wilayah dan kerja cepat aparat kepolisian, terduga pelaku berhasil ditangkap oleh Tim Resmob Polres Sanggau sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, Jumat 2 Januari 2026, di rumah orangtuanya di Kabupaten Landak.

Barang Bukti yang Disita

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua karung putih, kabel listrik, tali tambang, ikat pinggang, kalung, pakaian korban, serta barang-barang lain yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Pernyataan Kasat Reskrim

Kasat Reskrim Polres Sanggau AKP Fariz Kautsar Rahmadhani menegaskan, pengungkapan cepat kasus ini merupakan bentuk komitmen Polres Sanggau dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. “Kami bergerak cepat sejak menerima laporan. Berkat kerja keras tim dan koordinasi lintas wilayah, terduga pelaku berhasil diamankan dalam waktu singkat. Saat ini pelaku telah ditahan di Polres Sanggau untuk menjalani proses penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Status Kasus

Kasus ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk pendalaman lebih lanjut, termasuk penetapan pasal dan kelengkapan berkas perkara.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan