Mahasiswa KKN Unhas Desa Laiya bakal bikin produk permen madu

Mahasiswa KKN Unhas Desa Laiya bakal bikin produk permen madu
Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Daerah Universitas Hasanuddin (Unhas) mencanangkan produk permen berbahan madu.

nurulamin.pro, MAKASSAR - Peluang ekonomi baru datang dari Desa Laiya, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Daerah Universitas Hasanuddin (Unhas) mencanangkan produk permen berbahan madu.

Dalam observasi lapangan, Koordinator Desa Muhammad Sholeh Ramadana menyebut wilayah desa Laiya sangat potensial menghasilkan madu.

"Tapi sayangnya peternak madu lokal disini masih menghadapi kendala dalam diversifikasi produk," kata Rama saat berada di posko KKN Desa Laiya kepada nurulamin.propada Sabtu (3/1/2026).

Selama ini, peternak madu Desa Laiya hanya sebatas mengumpulkan madu dari sarangnya.

Kemudian dijual mentah ke pengepul.

Padahal seringkali fluktuasi harga madu tidak menguntungkan peternak lokal.

Sehingga dibutuhkan inovasi produk lokal yang bisa dijual.

"kami akan coba berinovasi mengubah madu mentah menjadi bentuk permen madu. Karena kan madu juga tahan lama walaupun tidak pakai pengawet," kata Rama, sapaannya.

Madu mentah akan diolah menjadi permen kemasan.

Tentunya dinilai Rama lebih sehat, dibandingkan permen berpengawet dan mengandung gula cukup tinggi.

"Produk ini juga dapat menjadi alternatif camilan sehat guna mengurangi ketergantungan masyarakat terutama anak-anak pada permen dengan pemanis buatan," lanjutnya.

Sembari menunggu produksi madu, Rama mengaku menjalankan beberapa program lainnya.

Dalam mendukung promosi permen nantinya,tim KKN Unhas akan sharing terkait teknik marketing berbasis digital.

 Peternak madu akan diajarkan mengelola produk dengan memberikan kemasan menarik.

Kemudian cara memasukkan pada platform belanja online.

Selain itu pemasaran melalui media sosial akan dimassifkan, seperti Instagram dan tiktok.

 "Supaya pemasaran produk kita bisa menjangkau pasar yang lebih luas lewat teknologi digital," kata Rama.

Selanjutnya dalam mendukung kemandirian keluarga di lingkungan rumah tangga, mahasiswa Unhas akan memperkenalkan (Budidaya Ikan dalam Ember).

Mahasiswa Unhas akan mengaplikasikan pengetahuan jenis ikan dan cara merawat ikan dalam ember yang bisa dikonsumsi.

Dari sisi infrastruktur digital, Rama akan menginisasi Laman Terpadu Desa Laiya dan Etalase Digital.

Sehingga menjadi wadah informasi dan potensi desa Laiya ke dunia luar.

Selain itu, program Laiya Sehat Bersama.

"Setiap pekan kita senam rutin dan bakti sosial pembersihan rumah ibadah dan sekitarnya," kata Yemima, sekretaris KKN Desa Laiya.

Diikuti dengan Laiya Mengajar yakni program berkolaborasi bersama guru-guru di beberapa sekolah sebagai pengajar pendamping.

Mahasiswa KKN Unhas ini akan mengabdi hingga 14 Februari 2026 mendatang.(*)

Laporan Wartawan nurulamin.pro, Faqih Imtiyaaz

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan