Pembubaran Panitia Pembinaan Mahasiswa Sorsel di Manokwari
Pembubaran Panitia Pembinaan bagi mahasiswa calon penghuni Asrama Sorong Selatan (Sorsel) di Manokwari telah dilaksanakan. Acara ini berlangsung di Pantai Abasi, Manokwari, pada Jumat (12/12/2025), dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait.
Ketua Panitia, Orgenes Wagarefe, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung pelaksanaan pembinaan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, para pembina, serta orang tua yang memberikan dukungan besar kepada panitia.
Saya berterima kasih kepada semua panitia, para pembina, dan orang tua yang antusias memberikan dukungan kepada kami, ujarnya.
Acara ini juga dirangkai dengan penyerahan sertifikat kepada peserta yang dinyatakan lulus sebagai penghuni asrama. Penyerahan sertifikat ini menjadi bentuk apresiasi terhadap peserta yang telah mengikuti seluruh proses pembinaan.
Tanggung Jawab Sebagai Penghuni Asrama
Ketua Asrama Mahasiswa Sorsel di Manokwari, Sem Mnsen, menegaskan bahwa sertifikat bukan hanya tanda hak tinggal (masuk asrama), tetapi menjadi simbol tanggung jawab untuk menjaga fasilitas tersebut.
Sertifikat ini bukan hak untuk merusak, tetapi hak bersama untuk menjaga asrama. Jangan mabuk, jangan merusak fasilitas, dan jangan membawa teman dari luar yang bisa menimbulkan masalah, tegasnya.
Ia menambahkan, jika ada penghuni yang melanggar aturan, maka pengurus asrama tidak segan mengambil tindakan tegas.
Kewajiban kita adalah menjaga asrama Sorsel di Manokwari, katanya.
Upaya Menyiapkan Sumber Daya Manusia Unggul
Selanjutnya, Ketua Ikatan Mahasiswa Sorong Selatan, Hendrik Wagarefe, menegaskan bahwa pembinaan merupakan upaya menyiapkan sumber daya manusia Sorsel yang unggul.
Kami sedang menanam bibit-bibit unggul. Mereka calon pemimpin masa depan yang perlu banyak pengalaman sebelum terjun langsung, ujarnya.
Hendrik juga meminta Pemerintah Kabupaten Sorsel untuk memberi perhatian lebih kepada mahasiswa di Manokwari.
Mereka adalah aset pembangunan Sorsel ke depan yang harus diperhatikan, katanya.
Ia turut mengapresiasi panitia pembinaan yang dinilai bekerja profesional dari awal hingga akhir, termasuk telah menyerahkan laporan pertanggungjawaban (LPj) kepada pengurus ikatan dan asrama.
Panitia benar-benar bertanggung jawab. Ini contoh yang baik untuk kita semua, tambahnya.
Peran Pembina dalam Kehidupan Asrama
Kesempatan tersebut, Pembina Asrama Sorong Selatan di Manokwari, Obeth Krimadi, juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang aktif dan melibatkan pembina dalam berbagai kegiatan.
Saya sebagai orang tua di asrama ini melarang keras hal-hal yang bisa merusak masa depan, ujarnya.
Ia meminta seluruh peserta dan penghuni asrama menjaga kebersamaan, kekompakan, dan terus berkoordinasi demi terciptanya lingkungan asrama yang baik.
Segala hal harus dikomunikasikan dan diatur dengan baik, tutupnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar