Kegiatan Pengabdian Mahasiswa UBSI Tasikmalaya untuk Siswa SMP Muhammadiyah
Tim mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Tasikmalaya berhasil melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah Tasikmalaya. Acara ini diadakan pada hari Selasa, 4 November 2025, dengan peserta utama adalah siswa kelas VIII. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan bekal kepada siswa dalam mengatasi rasa malas, mengelola waktu secara efektif, serta memanfaatkan teknologi sebagai alat pendukung pembelajaran di era digital.
Kegiatan yang berlangsung dengan suasana antusias ini merupakan bagian dari program rutin kampus UBSI yang mendorong mahasiswanya untuk terjun langsung ke lingkungan sekolah dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan. Dalam acara tersebut, para siswa diajak memahami bahwa belajar di era digital membutuhkan dua hal utama: usaha yang sungguh-sungguh (belajar keras) dan strategi yang tepat (belajar cerdas). Banyak siswa menyadari bahwa selama ini mereka hanya fokus belajar menjelang ujian dan lebih banyak mengandalkan hafalan.
Menurut salah seorang mahasiswi, Pasya Suci Ramadani, dalam pemaparan materi di sekolah tersebut, mahasiswa UBSI menekankan bahwa tantangan besar yang dialami siswa saat ini adalah rendahnya motivasi belajar akibat tingginya distraksi dari gawai dan media sosial.

"Melalui pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami, mahasiswa memberikan tips praktis untuk mengatasi rasa malas, seperti membuat target belajar harian, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, serta meminimalkan akses hiburan selama proses belajar," ujar Pasya.
Siswa Aktif Bertanya dan Berpartisipasi
Para siswa kelas VIII pun aktif bertanya tentang cara menjaga semangat belajar, terutama ketika harus menghadapi tugas atau pelajaran yang dianggap sulit. Siswa juga diajak berlatih menyusun jadwal belajar sederhana yang bisa mereka ikuti setiap minggu. Beberapa siswa menunjukkan antusiasme tinggi saat mencoba mencatat materi menggunakan gaya mind mapping dan menciptakan rangkuman digital menggunakan aplikasi yang sudah ada di ponsel mereka.
Dampak kegiatan ini terlihat jelas dari perubahan cara pandang siswa terhadap proses belajar. Mereka mulai menyadari bahwa teknologi tidak hanya menjadi sumber hiburan, tetapi juga alat yang sangat membantu untuk memahami materi sekolah. "Beberapa siswa yang sebelumnya mengaku mudah terdistraksi oleh media sosial mulai menunjukkan ketertarikan untuk menggunakan aplikasi belajar dan video edukatif," ujar Pasya.
Peningkatan Rasa Percaya Diri Siswa
Selain itu, rasa percaya diri siswa dalam menghadapi tugas sekolah meningkat. Banyak dari mereka merasa lebih siap dan terstruktur ketika mengerjakan tugas setelah memahami teknik belajar yang lebih tepat.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Muhammadiyah ini memberikan pengalaman baru bagi siswa kelas VIII dalam memahami pentingnya strategi belajar yang efektif di era digital. Melalui pendekatan yang sederhana namun tepat sasaran, siswa dapat melihat bahwa belajar tidak harus selalu berat, asal dilakukan dengan cara yang benar.

Penguasaan teknologi, ditambah kedisiplinan dan ketekunan, menjadi bekal penting bagi siswa dalam mengembangkan diri dan meraih prestasi di masa mendatang. "Diharapkan, kegiatan ini menjadi langkah awal bagi terbentuknya budaya belajar yang lebih positif, efisien, dan berorientasi pada pemanfaatan teknologi secara bijak," tutur Pasya.
Selain Pasya, anggota tim lainnya yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswi semester I USBI Tasikmalaya adalah Alma Fauziah, Muhammad Mufid Muzakkii, Dzikri Febrian Nur ahsan, dan Della Puspita Sari.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar