Mahasiswi Magang Tewas dalam Kebakaran Terra Drone, Keluarga Minta Penjelasan Perusahaan

Mahasiswi Magang Tewas dalam Kebakaran Terra Drone, Keluarga Minta Penjelasan Perusahaan

Kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran

Kebakaran yang terjadi di gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, menewaskan 22 orang. Korban meninggal terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki. Kejadian ini berawal dari ledakan baterai yang terjadi di lantai 1 pada Selasa (9/12/2025) siang. Api cepat menyebar dan menyebabkan sejumlah korban menghirup asap hingga meninggal.

Proses identifikasi para korban dilakukan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Ternyata, kondisi jenazah tidak mengalami luka bakar 100 persen karena mayoritas korban meninggal akibat menghirup asap. Awalnya, ada 76 orang yang berada di dalam gedung tersebut. Sebanyak 54 orang berhasil dievakuasi dengan selamat, sedangkan 22 lainnya ditemukan meninggal.

Para korban merupakan karyawan dari perusahaan Terra Drone yang bergerak di bidang layanan drone industri. Layanan mereka mencakup survei udara, pemetaan, inspeksi infrastruktur, hingga analisis data. Salah satu korban adalah Atinia Isnaini Rashidah (18), seorang mahasiswi magang yang telah dua bulan menjalani magang di perusahaan tersebut. Ia ditemukan meninggal di lantai tiga.

Kakak korban, Rofi, mengatakan bahwa pihak perusahaan belum memberikan penjelasan kepada keluarga terkait kejadian tersebut. "Masih belum tahu ya, di sananya juga kan lagi chaos. Belum ada informasi lebih lanjut. Kita belum sempat hubungan juga lagi, lagi ngurusin ini semua dulu," ujarnya.

Rofi juga menjelaskan bahwa komunikasi terakhir korban dengan keluarga terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Hingga malam hari, korban tidak pulang dan keluarga mendapat kabar bahwa gedung Terra Drone sedang terbakar. "Terus pas jam 19.00 WIB, orangtua saya bingung (enggak ada kabar). Google tiba-tiba tempatnya (kerja) ternyata terbakar. Jadi kita langsung ke Terra Drone, cek lokasi," tambahnya.

Tanggung Jawab Pemerintah DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa biaya para korban akan ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, bantuan tersebut sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. "Tugas Jakarta, pemerintah Jakarta yang saya pimpin adalah bagaimana memberikan kemudahan bagi siapapun yang meninggal untuk bisa dibantu dimakamkan di Jakarta atas tanggung jawab Pemerintah Jakarta, termasuk yang luka, sakit, dan sebagainya kami tanggung," ujarnya.

Pramono Anung juga menyoroti sistem keamanan di kantor Terra Drone yang dinilai kurang memadai. Gedung enam lantai tersebut tidak dilengkapi jalur evakuasi yang memadai. "Kami mengharapkan bagi siapa pun yang mempunyai usaha yang seperti ini, hal yang berkaitan dengan keselamatan menjadi hal yang penting. Ini menunjukkan (gedung kantornya) lantai enam, tetapi tidak dipersiapkan untuk (jalur) evakuasi dan sebagainya," katanya.

Ia meminta setiap kantor menyediakan alat pemadam kebakaran agar insiden serupa tidak terjadi kembali. "Tetapi untuk case yang seperti ini mereka tidak persiapkan sama sekali. Sehingga kemudian apa yang terjadi sekarang itu adalah cerminan dari hal itu," tambahnya.

Penyebab Kebakaran

Dugaan sementara menyebutkan bahwa api berasal dari baterai yang meledak saat sedang diisi daya. Ledakan ini memicu kebakaran yang cepat menyebar ke seluruh lantai gedung. Dalam waktu singkat, banyak korban terjebak di dalam gedung dan sulit dievakuasi.

Beberapa korban ditemukan di lantai tiga, termasuk Atinia, yang meninggal dalam kondisi yang sangat menyedihkan. Keluarga korban masih menunggu penjelasan resmi dari pihak perusahaan terkait kejadian tersebut.

Langkah-Langkah yang Diambil

Selain menanggung biaya korban, Pemprov DKI Jakarta juga sedang melakukan investigasi terkait penyebab kebakaran. Tim terdiri dari petugas pemadam kebakaran, polisi, dan lembaga terkait sedang bekerja sama untuk menemukan penyebab pasti dari kejadian ini.

Di sisi lain, masyarakat dan keluarga korban masih merasa shock dan prihatin. Banyak yang mengecam ketidaksiapan sistem keamanan di gedung tersebut. Mereka berharap pihak perusahaan dapat bertanggung jawab sepenuhnya atas insiden ini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan