Majalengka Jaga Ketahanan Pangan dengan Pertahankan Lahan Baku Sawah

Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan dengan mempertahankan lahan baku sawah (LBS) seluas sekitar 50.000 hektar. Meskipun tekanan alih fungsi lahan untuk kebutuhan industri dan investasi semakin meningkat, pemerintah daerah tetap berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pangan dan pembangunan ekonomi.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menekankan peran penting lahan pertanian dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Ia menyatakan bahwa meskipun Majalengka ingin terus berkembang, lahan pertanian harus tetap dipertahankan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Namun, ia juga menegaskan bahwa diperlukan ruang bagi investor dan pembangunan industri agar ekonomi daerah dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Menurutnya, lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) seluas 37.000 hektar menjadi fokus utama pemerintah dalam mengatur penggunaan lahan agar tidak berkurang akibat alih fungsi yang tidak terkontrol. Eman menjelaskan bahwa kapasitas produksi lokal menjadi andalan Kabupaten Majalengka dalam menghadapi fluktuasi harga pangan di akhir tahun.
Selain menjaga produksi pangan, pemerintah daerah juga aktif dalam menekan inflasi melalui distribusi pangan murah. Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar di 10 titik strategis, terutama untuk komoditas yang rentan mengalami lonjakan harga seperti cabai. Eman menegaskan bahwa pemantauan harga dilakukan secara ketat. Jika terjadi kenaikan harga yang tidak wajar, Dinas Kehutanan dan Perkebunan serta Peternakan (DKP3) segera melaporkan hal tersebut agar pemerintah bisa segera mengambil langkah cepat.
Tidak hanya terbatas pada pemeliharaan lahan, upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian juga mencakup perubahan status penyuluh pertanian. Sebanyak 293 penyuluh pertanian yang sebelumnya berstatus pegawai kabupaten kini beralih ke pemerintah pusat. Meskipun begitu, pemerintah daerah tetap memastikan koordinasi yang baik untuk mendukung petani lokal.
Bantuan operasional, termasuk 7 unit sepeda motor dari Kementerian Pertanian, tetap bisa digunakan untuk kegiatan penyuluhan di Majalengka. Hal ini bertujuan agar penyuluh pertanian dapat lebih efektif dalam memberikan dukungan kepada petani setempat.
Selain itu, pemerintah daerah bekerja sama dengan provinsi dalam menyalurkan bantuan ternak berupa sapi, kambing, dan ayam di wilayah Banjaran dan Talaga. Eman menekankan bahwa ternak tersebut harus berkembang dan tidak boleh hanya menjadi laporan kematian. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat lebih sejahtera dan merasakan manfaat dari program bantuan tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar