
Inisiatif TikTok dalam Membangun Ruang Digital yang Aman dan Positif
TikTok, sebagai salah satu platform media sosial terbesar di Indonesia dengan 160 juta pengguna, terus memperkuat perlindungan dan keamanan pengguna melalui berbagai inisiatif sepanjang tahun 2025. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap dinamika ruang digital yang semakin kompleks dan penuh tantangan.
Memperkuat Edukasi Literasi Digital untuk Remaja dan Orang Tua
Sejak 2024, TikTok telah menjalankan rangkaian inisiatif literasi digital bagi remaja dan orang tua. Pada 2025, inisiatif ini diperkuat melalui kampanye keamanan remaja Seru Berkreasi dan #SalingJaga bersama Yayasan SEJIWA, organisasi nirlaba yang konsisten menyuarakan perlindungan anak. Kampanye yang fokus pada SMA di Jabodetabek ini telah menjangkau lebih dari 1.600 remaja melalui sesi literasi digital dan diskusi bersama kreator.
Kolaborasi ini juga mencakup penyelenggaraan lokakarya pengasuhan digital di berbagai daerah, dengan modul pembelajaran yang dapat diakses secara daring. Tujuannya adalah membekali orang tua dengan pemahaman kontekstual mengenai tantangan digital yang dihadapi remaja serta mendorong pendampingan yang lebih adaptif di lingkungan keluarga.
Selain itu, TikTok juga menghadirkan pembaruan fitur kesejahteraan digital yang membantu pengguna mengatur waktu layar, mengelola interaksi, dan membangun kebiasaan daring yang lebih seimbang. Fitur ini termasuk meditasi dan pengingat waktu layar.
Menggerakkan Komunitas untuk Melawan Judi Online
TikTok juga mendukung masyarakat dalam menghadapi tantangan digital seperti judi online (judol) melalui kampanye #LawanJudol. Dalam kampanye ini, TikTok menjalankan sejumlah lokakarya yang digelar secara luring dan daring untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak negatif judol serta mendorong pemanfaatan platform digital yang lebih positif.
TikTok juga menghadirkan laman khusus di dalam aplikasi yang menyediakan berbagai informasi dan sumber daya otoritatif dari Komdigi RI, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia, serta Kantor Komunikasi Presiden. Laman ini juga menyediakan berbagai konten edukatif tentang bahaya judol dari kreator, layanan aduan (hotline) pemerintah, serta cara melaporkan konten terduga judol kepada TikTok.
Dari sisi penegakan kebijakan, TikTok telah menghapus lebih dari 424 ribu konten terkait perjudian, di mana lebih dari 99% dihapus sebelum dilaporkan oleh pengguna. Selain itu, TikTok juga menghapus sekitar 1,6 juta komentar yang mempromosikan perjudian di dalam platform.
Mendorong Kebiasaan Berpikir Dua Kali untuk Menghindari Penipuan Online
Ancaman digital lainnya seperti penipuan online semakin marak dan memprihatinkan. Data OJK menunjukkan bahwa Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima sekitar 800 laporan penipuan online setiap hari. Bentuk penipuan pun semakin beragam, mulai dari phishing, lowongan kerja palsu, hingga skema penipuan berkedok investasi.
Menyadari potensi risiko tersebut, TikTok meluncurkan kampanye #PikirDuaKali untuk mendorong terciptanya kebiasaan berpikir dua kali di antara masyarakat sebelum berinteraksi dengan konten, ajakan, atau tawaran dari pihak tidak dikenal. Kampanye ini memperkenalkan metode 3C: Cek, Cegah, Cegat – tiga langkah praktis yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengidentifikasi jenis penipuan online dan mengetahui cara melaporkan agar bisa menghentikan laju penyebaran.
Kampanye ini diperkuat melalui berbagai aktivitas edukatif yang hadir di dalam dan di luar aplikasi, seperti Pusat Panduan #PikirDuaKali yang berisi panduan keamanan dan kanal pelaporan yang terhubung ke Indonesia Anti-Scam Center; kolaborasi bersama kreator dan pakar keamanan digital untuk menciptakan konten edukasi; sosialisasi masyarakat lewat program TikTok Goes to Campus; hingga bincang bersama kreator dan mitra industri terkait tren penipuan online melalui program #PikirDuaKali LIVE Series di TikTok LIVE.
Perlindungan Berkelanjutan di Dalam Platform
Untuk terus memastikan keamanan dan integritas platform, TikTok terus memperkuat fondasi perlindungan melalui penerapan Panduan Komunitas, sistem moderasi berlapis yang mengombinasikan peninjauan berbasis mesin dan manusia, serta berbagai fitur keamanan seperti fitur pelaporan konten, filter kata kunci, pilihan tidak tertarik (not interested), dan pengaturan privasi akun.
Sebagai bentuk transparansi kepada pengguna, TikTok juga secara rutin meluncurkan laporan melalui Pusat Transparansi yang memungkinkan publik mengakses data terkait penegakan kebijakan, moderasi konten, dan perlindungan pengguna di platform.
Inisiatif yang dilakukan TikTok bersama para mitra sepanjang tahun ini menunjukkan bahwa menjaga ruang digital yang aman merupakan tanggung jawab bersama. TikTok akan terus bekerja sama dengan pemerintah, pakar, industri, dan komunitas untuk menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan memberdayakan semua pengguna.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar