Makassar Juara Adiwiyata 2025, 10 Sekolah Raih Prestasi Nasional

Makassar Juara Adiwiyata 2025, 10 Sekolah Raih Prestasi Nasional

Pencapaian Makassar di Tingkat Nasional

Pemerintah Kota Makassar kembali mencatatkan prestasi yang luar biasa setelah sepuluh sekolahnya berhasil meraih Penganugerahan Adiwiyata 2025. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, dalam acara yang digelar di TMII Jakarta pada Kamis, 11 Desember 2025. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham dalam mendorong pendidikan berwawasan lingkungan.

Penghargaan tersebut diberikan kepada 10 sekolah asal Makassar yang telah melewati penilaian ketat dari program Adiwiyata tingkat nasional. Piagam penghargaan diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, didampingi para kepala sekolah penerima penghargaan, mewakili Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Achi Soleman menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. Ia menekankan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak, termasuk pemerintah kota, guru, siswa, hingga orang tua. Penghargaan ini menjadi bukti nyata kerja keras seluruh pihak dalam membangun budaya peduli lingkungan di sekolah-sekolah Makassar, ujarnya usai menerima penghargaan.

Prestasi ini semakin menguatkan posisi sekolah-sekolah di Makassar sebagai pelaku utama dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Salah satu sekolah bahkan meraih predikat Adiwiyata Mandiri, sementara sembilan lainnya mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional 2025.

Daftar Sekolah Penerima Penghargaan

Berikut adalah daftar sekolah yang meraih penghargaan Adiwiyata:

  • Adiwiyata Mandiri 2025: UPT SPF SDN Mangkura 1
  • Adiwiyata Nasional 2025:
  • SD Inpres Kassi-Kassi
  • SD Inpres Kelapa Tiga 1
  • SD Pongtiku II
  • SD Minasa Upa
  • SD IKIP Bara-baraya II
  • SD Mangkura IV
  • SD Mangasa
  • SD Komp IKIP 1
  • SD Sudirman III

Achi Soleman menjelaskan bahwa penghargaan Adiwiyata merupakan bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap upaya sekolah-sekolah di Makassar dalam membangun lingkungan belajar yang peduli lingkungan. Ia menyebutkan bahwa secara nasional ada 258 sekolah yang meraih Adiwiyata Mandiri dan 752 sekolah meraih Adiwiyata Nasional. Ini menunjukkan bahwa gerakan sekolah berbudaya lingkungan terus berkembang dan melibatkan seluruh warga sekolah dalam pembangunan berkelanjutan.

Aspek Penilaian dan Program Lingkungan

Penghargaan Adiwiyata tidak diraih secara instan. Sekolah harus menunjukkan program lingkungan yang konsisten, terukur, dan berkelanjutan. Beberapa aspek penilaian yang menjadi tolok ukur antara lain:

  • Pelaksanaan 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
  • Program pengolahan daur ulang
  • Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
  • Pengomposan dan pemilahan sampah
  • Penanaman pohon, tanaman obat, dan tanaman hias
  • Edukasi dan pembelajaran terkait pengelolaan lingkungan
  • Kebersihan sanitasi dan drainase sekolah
  • Penghijauan serta pelestarian tanaman

Menurut Achi, sekolah harus menunjukkan praktik baik yang dievaluasi secara konsisten. Pengelolaan sampah, pemilahan, pengomposan, hingga penggunaan kembali harus betul-betul berjalan. Begitu pula dengan sanitasi, drainase, kebersihan, dan penghijauan.

Peran Sekolah sebagai Role Model

Sepuluh sekolah yang meraih penghargaan tahun ini dapat menjadi role model bagi sekolah lainnya di Makassar dalam mengembangkan budaya peduli lingkungan. Achi menegaskan bahwa bukan penghargaan yang diburu, tetapi konsistensi dalam pengelolaan dan isu lingkungan di masa depan.

Bumi ini diwariskan kepada anak-anak kita. Jadi bagaimana mereka belajar mengelola lingkungan dengan sebaik mungkin, itulah yang utama, jelasnya.

Dengan capaian ini, Kota Makassar semakin menegaskan komitmennya untuk terus mendorong budaya peduli lingkungan di sektor pendidikan serta memastikan sekolah menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkelanjutan.


Ini adalah langkah nyata untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik dari sebelumnya. Semoga menjadi awal yang baik untuk pengelolaan isu lingkungan di sekolah di Makassar, tukasnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan