
Keluarga Ahok Kembali Berbahagia dengan Kelahiran Anak Ketiga
Pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan istrinya, Puput Nastiti Devi kini sedang menikmati momen bahagia. Puput baru saja melahirkan anak ketiganya yang berjenis kelamin perempuan. Bayi tersebut diberi nama Regina Welasih Purnama. Keberadaan sang putri menjadi kabar gembira bagi keluarga besar Ahok.
Melalui akun Instagram @basukibtp, Ahok membagikan kabar bahagia ini pada Jumat (26/12/2025). Dalam unggahannya, ia mengucapkan terima kasih kepada para dokter, bidan, dan perawat di rumah sakit yang telah membantu proses kelahiran putrinya. Selain itu, ia juga menjelaskan arti dari nama yang diberikan kepada sang putri.
Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, nama Regina Welasih Purnama memiliki makna yang dalam. "Regina Welasih bermakna ratu atau penguasa yang berhati welas asih. Cinta kasih yang lahir dari kepedulian yang tulus terhadap kebahagiaan dan penderitaan sesama," tulis Ahok.
Selain itu, nama Regina Welasih Purnama juga menyimpan banyak doa. Ia berharap putrinya tumbuh menjadi pribadi yang memimpin dengan cinta, keberanian, dan kepekaan. "Nama ini menjadi doa kami agar Regina tumbuh menjadi pribadi yang memimpin dengan cinta, keberanian, dan kepekaan, serta membawa harapan akan hadirnya pemimpin yang berhati welas asih bagi negeri dan rakyatnya," tambah Ahok.
Dengan kehadiran Regina Welasih Purnama, kini Ahok yang berusia 59 tahun telah memiliki enam anak. Rinciannya adalah tiga anak dari pernikahan sebelumnya dengan Veronica Tan, yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen-PPA). Sementara tiga anak lainnya adalah buah hatinya bersama Puput Nastiti Devi.
Unggahan Ahok tentang kelahiran anak keenamnya ini pun menuai banyak ucapan selamat dari sejumlah publik figur. Beberapa di antaranya adalah aktor Dwi Sasono, Tora Sudiro, hingga ibunda aktris Cinta Laura, Herdiana Kiehl.
Latar Belakang Ahok
Ahok merupakan seorang politikus sekaligus pengusaha yang berasal dari Manggar, Belitung Timur. Ia lahir pada 29 Juni 1966. Karier politiknya dimulai dengan menjadi anggota DPRD Kepulauan Bangka Belitung lalu Bupati Belitung Timur.
Pada awalnya, ia mencoba maju sebagai calon Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, tetapi gagal. Kemudian pada Pileg 2009, Ahok mencoba peruntungan dengan maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Golkar. Baru tiga tahun di Senayan, ia digandeng oleh Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012.
Saat pencalonannya, ia berpindah partai ke Partai Gerindra. Pasangan ini pun terpilih sebagai pemimpin Jakarta. Dua tahun kemudian, Jokowi maju di Pilpres 2014 dan menang. Sementara Ahok menggantikan posisi Jokowi sebagai Gubernur Jakarta.
Pada Pilkada 2017, Ahok kembali maju sebagai calon gubernur dengan menggandeng Djarot Saiful Hidayat. Setelah kalah, ia justru mengalami nasib yang kurang beruntung yaitu ditahan dan divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Hal ini disebabkan oleh pernyataannya terkait kasus penodaan agama yang menuai kontroversial hingga dilakukan Aksi Bela Islam yang dinakhodai oleh Front Pembela Islam (FPI) pimpinan Muhammad Rizieq Shihab.
Pada tanggal 24 Januari 2019, ia telah dibebaskan dari penjara. Bulan November 2019, Ahok resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama Pertamina dan mengajukan pengunduran diri per 2 Februari 2024.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar