Malam Tahun Baru di Mataram: Tradisi, Doa, dan Kumpulkan Dana Bencana

Malam Tahun Baru di Mataram: Tradisi, Doa, dan Kumpulkan Dana Bencana

Perayaan Tahun Baru yang Penuh Makna di Kota Mataram

Pada malam pergantian tahun, Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menggelar acara begibung bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mataram, di pendopo, Rabu (31/12/2025) malam. Acara ini menjadi momen penting untuk memperkuat ikatan antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka merayakan pergantian tahun dengan nuansa kebersamaan dan kepedulian sosial.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Wali Kota Mataram, TGH Muniburrahman bersama jajaran Aparat Penegak Hukum (APH), serta para pejabat lingkup Pemkot Mataram. Menu makanan disajikan dalam satu dulang untuk dimakan bersama, masing-masing dulang untuk 5 orang atau lebih. Hal ini menunjukkan bahwa acara tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga sebagai bentuk simpati terhadap korban bencana di Aceh dan Sumatra.

Doa Bersama untuk Korban Bencana

Begibung ini menjadi penanda dimulainya acara dzikir dan doa bagi korban bencana di Aceh dan Sumatra. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Lalu Alwan Basri setelah acara menjelaskan, selain sebagai bentuk simpati, doa bersama ini juga dimaksudkan agar Kota Mataram terhindar dari bencana serupa.

Galang Dana hingga Rp230 Juta

Selain menggelar doa bersama, Pemerintah Kota Mataram juga telah melakukan aksi nyata melalui penggalangan dana. Hingga saat ini, dana yang terkumpul dari kalangan ASN sendiri telah mencapai Rp230 juta. Kontribusi juga datang dari berbagai organisasi lainnya di ibu kota.

"Sudah penggalangan dana, ASN kemarin kita dapat Rp230 juta itu dari ASN, kemudian dari PGRI juga ada Rp100 juta sekian, terus kemudian dari Dharma Wanita, dari GOW, dari PKK itu," jelasnya.

Terkait teknis penyaluran bantuan tersebut, pemerintah masih melakukan koordinasi lebih lanjut. Keputusan mengenai apakah bantuan akan diserahkan dalam bentuk uang tunai atau barang masih menunggu arahan dari wali kota Mataram.

Pintu Donasi Masih Terbuka Lebar

Pemerintah juga menegaskan bahwa pintu donasi masih terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin berkontribusi, termasuk kalangan ASN maupun masyarakat umum melalui media. Penggalangan dana ini tidak akan langsung ditutup pada malam acara munajat, tapi akan terus berlanjut hingga kepastian penyaluran telah diintruksikan wali kota.

"Mungkin secara resmi karena masih sampai sekarang pun masih juga ada masyarakat kita (yang berdonasi), teman-teman ASN itu masih nyumbang gitu. Pokoknya sampai kapan selesai kita adakan juga gitu," pungkasnya.

Momen untuk Memperkuat Kepedulian Sosial

Melalui kegiatan ini, Alwan juga berharap momentum pergantian tahun tidak hanya sekadar perayaan, tetapi menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial dan memohon perlindungan bagi daerah dari segala bentuk bencana.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan