Malaysia Ajukan Banding ke CAS, Pengacara Sebut Konsekuensi Tak Terhindarkan

Peran Laporan Investigasi dalam Kasus Naturalisasi Pemain Malaysia

Para pengacara menganggap laporan investigasi yang dikeluarkan oleh Komite Investigasi Independen (IIC) berpotensi merugikan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dalam proses banding mereka terhadap kasus pemalsuan dokumen naturalisasi. Menurut laporan dari Stadium Astro, Syed Nur Aiman Syed Abdul Hamid, seorang pengacara hukum olahraga Malaysia, percaya bahwa laporan IIC dapat memperkuat posisi pihak lawan dan melemahkan argumen FAM.

FAM saat ini sedang menunggu putusan dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Sebelumnya, mereka telah melakukan banding terkait sanksi yang dijatuhi oleh FIFA, tetapi permohonan tersebut ditolak. Dalam laporan IIC, terdapat bagian khusus yang menyebutkan bahwa Sekretaris Jenderal FAM, Datuk Noor Azman Rahman, mengakui adanya keterlibatan departemen administrasi FAM dalam pengelolaan dokumen yang diduga dipalsukan untuk digunakan dalam proses naturalisasi pemain.

Syed Nur Aiman menilai pengakuan ini sebagai kerugian besar bagi FAM, karena dapat melemahkan posisi mereka selama proses banding ke CAS. "Dengan pengakuan dari pimpinan, peluang banding FAM diterima oleh CAS sangat rendah," ujarnya. Di sisi lain, tujuh pemain yang dikenai sanksi dianggap memiliki peluang lebih baik untuk mendapatkan pengurangan hukuman. Menurut penilaian pengacara ini, larangan 12 bulan dapat dikurangi berdasarkan argumen hukum yang diajukan di CAS.

"Saya jelas melihat dua pihak yang berlawanan dalam kasus ini, yakni satu pihak adalah FAM, pihak lain adalah para pemain naturalisasi." Para pemain mengajukan kasus ini ke CAS dengan harapan pengurangan hukuman larangan bermain selama 12 bulan.

Tindakan Hukum yang Diambil oleh Pemain

Sebelumnya, pada November 2025, media Malaysia melaporkan bahwa tujuh pemain naturalisasi tersebut juga sedang bersiap untuk mengajukan gugatan perdata terhadap FAM. Mereka mengajukan gugatan tersebut untuk meminta ganti rugi. Kelompok pemain ini mengklaim bahwa penyimpangan dalam proses naturalisasi telah menghentikan karier mereka, merampas kesempatan mereka untuk bermain di level tertinggi.

Selain itu, sumber pendapatan utama mereka dan reputasi pribadi yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun lenyap akibat kasus tersebut. Para pemain sempat menekankan bahwa mereka sepenuhnya percaya pada FAM sebagai otoritas tertinggi yang bertanggung jawab untuk memeriksa, memverifikasi, dan menyetujui legalitas permohonan naturalisasi. Namun, kesalahan serius FAM, yang kemudian terungkap secara tak terduga, telah mengejutkan para pemain.

Para pemain percaya bahwa mereka telah menjadi pihak yang paling dirugikan dalam insiden yang tidak mereka sebabkan secara langsung. Mereka menilai bahwa FAM gagal menjalankan tanggung jawabnya dalam memastikan keabsahan dokumen yang mereka ajukan.

Kecemasan terhadap Nasib Sepak Bola Malaysia

Kasus ini juga membawa konsekuensi yang lebih luas bagi sepak bola Malaysia. Selain menerima sanksi dari FIFA, Malaysia juga berisiko mendapatkan hukuman tambahan dari AFC. Timnas Malaysia terancam dibatalkan kemenangannya saat melawan Vietnam di Kualifikasi Piala Asia 2027.

Namun, AFC baru akan bertindak apabila permasalahan FAM di CAS telah selesai. Keputusan akhir dari AFC akan ditetapkan paling lambat akhir Maret mendatang, di mana bertepatan dengan pertandingan terakhir Kualifikasi Piala Asia 2027. Ini menunjukkan betapa pentingnya putusan CAS dalam menentukan nasib sepak bola Malaysia di tingkat internasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan