Malaysia iri, Indonesia unggul: Emas SEA Games Lebih Berarti daripada Kualifikasi Piala Dunia

Kemenangan Dramatis Indonesia di Final Hoki Indoor SEA Games 2025


Indonesia berhasil meraih medali emas dalam cabang olahraga hoki indoor pada SEA Games 2025, sebuah pencapaian yang mengejutkan dan memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk media Malaysia. Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi atlet Indonesia, tetapi juga memberikan luka mendalam bagi Malaysia, yang sebelumnya dianggap sebagai tim terkuat di cabang tersebut.

Kemenangan Dramatis yang Membuat Malaysia Gusar


Pada final hoki indoor SEA Games 2025, Indonesia berhasil mengimbangi Malaysia dengan skor 4-4 di waktu normal, sebelum akhirnya menang dramatis pada babak Point Shooting Off (PSO) dengan skor 2-0. Kemenangan ini mencerminkan kerja keras dan persiapan yang matang dari tim hoki Indonesia, yang kini mulai menunjukkan potensi untuk menggantikan dominasi Malaysia di Asia Tenggara.

Malaysia, yang memiliki peringkat dunia yang jauh lebih tinggi, tampak masih kesal dengan hasil ini. Tim Negeri Jiran bahkan dianggap tidak ikhlas dengan keberhasilan Indonesia. Mereka dikenal sebagai salah satu tim hoki terbaik di Asia, setelah Iran, dan telah lolos ke Piala Dunia Hoki 2025.

Bonus Fantastis dari Pemerintah Indonesia

Selain prestasi atlet, kemenangan ini juga didukung oleh bonus besar dari pemerintah Indonesia. Setiap pemain yang memenangkan emas menerima Rp700 juta, sebuah insentif yang sangat signifikan dan mengakui jerih payah para atlet selama setahun terakhir.

Media Malaysia seperti New Straits Times (NST) sempat menyindir kemenangan Indonesia, dengan mengatakan bahwa memenangkan medali emas hoki indoor SEA Games lebih berharga daripada lolos ke Piala Dunia. Namun, hal ini justru menunjukkan betapa pentingnya pencapaian Indonesia di ajang regional ini.

Persiapan Matang dengan Pelatihan Luar Negeri

Direktur Teknik Federasi Hoki Indonesia, Muhammad Dharma Raj Abdullah, menjelaskan bahwa tim hoki Indonesia melakukan persiapan yang sangat matang. Mereka melakukan tur ke beberapa negara Eropa, seperti Republik Ceko, Polandia, dan Hamburg, Jerman, untuk berlatih dan memperkuat kemampuan mereka.

"Setelah meraih emas pada tahun 2023, kami menerima pendanaan yang signifikan untuk pelatihan dan turnamen," ujar Dharma Raj. "Kami juga menghabiskan tiga minggu di Hamburg, Jerman, memainkan 15 pertandingan sebelum Olimpiade."

Insentif yang Mengubah Hidup Atlet

Insentif yang diberikan kepada atlet Indonesia juga menjadi sorotan. Untuk medali emas SEA Games 2025, setiap pemain menerima RM170.000, yang jauh lebih besar dibandingkan insentif dari Malaysia. Di sisi lain, Malaysia hanya menawarkan RM20.000 atau sekitar Rp82 juta untuk medali emas pertama, sedangkan medali perak dan perunggu masing-masing menerima RM3.000 dan RM1.000.

"Insentif untuk SEA Games 2025 telah berlipat ganda, dan memenangkan medali emas dapat mengubah hidup, tidak hanya bagi para atlet tetapi juga keluarga mereka," kata Dharma Raj. "Ketika Indonesia memenangkan medali emas hoki indoor untuk pertama kalinya (SEA Games 2023), setiap pemain menerima RM85.000, dan lima pemain ditawari pekerjaan di kepolisian."

Kecemburuan yang Berdasarkan Sejarah

Dharma Raj sendiri adalah sosok yang disegani di dunia hoki Asia. Ia pernah membawa Malaysia meraih gelar Piala Asia Junior pada tahun 2012 dan finis di peringkat keempat pada Piala Dunia Junior 2013. Selain itu, ia juga menjadi penggerak utama keberhasilan tim hoki indoor putri Malaysia meraih medali emas SEA Games 2019.

Namun, keberhasilan Indonesia kali ini membuat Malaysia semakin cemburu. Bahkan, kapten timnas hoki Malaysia, Muhammad Najmi Farizal Jazlan, sempat mengkritik keputusan wasit asal Kazakhstan, Urmanov Daulet, yang dinilai tidak adil selama pertandingan.

"Bagi saya, kami bermain enam lawan delapan," kata Jazlan. "Keputusan wasit dari Kazakhstan selalu memihak lawan." Ia menambahkan bahwa wasit tersebut tampak memiliki masalah pribadi dengan tim Malaysia.

Kesimpulan

Kemenangan Indonesia di SEA Games 2025 bukan hanya sekadar prestasi, tetapi juga merupakan simbol perjuangan dan komitmen yang kuat dari para atlet dan pelatih. Meskipun ada kontroversi terkait keputusan wasit, kemenangan ini tetap menjadi bukti bahwa Indonesia kini mampu bersaing di tingkat regional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan