Manajer Coban Rondo Malang Tingkatkan Pencegahan Bencana

Manajer Coban Rondo Malang Tingkatkan Pencegahan Bencana

Cuaca Ekstrem di Malang Raya Memicu Kekhawatiran Wisatawan

Cuaca yang tidak menentu membuat sejumlah wisatawan khawatir untuk berwisata di Malang Raya. Namun, meskipun ada kekhawatiran, banyak pengunjung tetap memilih menghabiskan masa liburan di kawasan ini. Salah satu pengunjung, Samsul Huda, mengajak keluarganya berwisata ke Coban Rondo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Ia mengaku sempat khawatir dengan kondisi cuaca ekstrem yang bisa menyebabkan bencana.

"Sebelum berangkat, saya sempat cek informasi cuaca di Malang. Saya juga menghubungi saudara saya yang ada di Pujon. Ternyata hari ini kondisinya aman dan tidak hujan sama sekali. Akhirnya saya langsung berangkat ke Coban Rondo," kata Samsul kepada salah satu media lokal.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa hujan akan mengguyur Malang Raya selama Desember 2025. Puncak hujan diprediksi terjadi pada Januari 2026. BMKG menyebutkan bahwa curah hujan hingga 20 Desember akan berada pada kategori menengah, yaitu antara 51 mm sampai 150 mm per 10 hari (dasarian). Sementara itu, kategori rendah berada pada rentang 0–50 mm, dan kategori tinggi berada pada 151 mm sampai lebih dari 300 mm.

Pengamat meteorologi dan geofisika muda Stasiun Klimatologi Malang, Firda Amalia Maslakah, meminta masyarakat di wilayah perbukitan dan lereng di Malang Raya untuk waspada terhadap potensi longsor. Diprediksi intensitas hujan akan meningkat. Selain itu, pohon tua yang rapuh juga berpotensi tumbang ketika hujan lebat disertai angin kencang.

Meski tidak berada pada kategori ekstrem, Firda mengingatkan bahwa curah hujan menengah dapat memicu banjir jika kondisi lingkungan tidak mendukung. "Jika dalam sehari terjadi hujan lebat dan lingkungannya tidak siap, misalnya resapan air buruk atau drainase tersumbat, tetap ada potensi banjir," ujarnya.

Mitigasi Bencana di Coban Rondo

Pengelola tempat wisata air terjun Coban Rondo telah mengantisipasi bencana pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Manajer Klaster Malang PT Perhutani Alam Wisata Risorsis selaku pengelola Coban Rondo, Imam Basori, mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan personel.

"Kami memiliki 25 personel, dan personel tambahan sebanyak tujuh orang. Itu belum bantuan dari unsur TNI dan Polisi serta pihak kecamatan maupun Perhutani. Kami akan optimalkan semuanya. Kalau ada kejadian, kami akan kerahkan semuanya untuk membantu evakuasi," kata Imam.

Imam mengungkapkan bahwa kawasan Coban Rondo tidak memiliki peralatan peringatan dini atau Early Warning System (EWS). Namun pihaknya telah melakukan mitigasi bencana dengan memasang rambu-rambu petunjuk arah evakuasi, memasang pagar pengaman agar pengunjung tidak masuk ke area bawah air terjun, dan rutin memantau informasi perkembangan kondisi cuaca.

"Ketika hujannya deras dan ekstrem serta kondisinya berbahaya, kami akan menutup sementara kawasan ini. Bila ada pengunjung masih berada di dalam, personel kami akan saling berkomunikasi dan mengkondisikan evakuasi pengunjung untuk segera keluar dari area coban," tambahnya.

Sampai sekarang kawasan Coban Rondo belum pernah tutup sementara. Menurutnya, sampai sekarang kondisi hujan di sekitar Kecamatan Pujon masih normal dan tidak terlalu ekstrem. "Kami berharap jangan sampai terjadi kejadian apapun," bebernya.

Prediksi Jumlah Pengunjung Saat Nataru

Imam memperkirakan jumlah pengunjung tempat wisata Coban Rondo meningkat saat momen libur Nataru 2025/2026. Pada hari biasa, jumlah pengunjung antara 500 sampai 700 orang per hari. "Kalau saat libur akhir pekan, pengunjung bisa sampai 1.500 orang. Saat momen libur Nataru nanti, kami prediksi jumlah pengunjung meningkat sampai 25 persen. Kami berharap kondisi cuaca kondusif saat libur Nataru," urainya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan