
Fiko Onga Dukungan dari Mantan Pemain Persma Manado
Dukungan terhadap Fiko Onga untuk maju sebagai Calon Ketua Asprov PSSI Sulawesi Utara semakin menguat. Salah satu pihak yang memberikan dukungan adalah mantan pemain Persma Manado, Stanley Mamuaya. Ia menilai bahwa Fiko Onga adalah figur yang tepat untuk memimpin organisasi sepak bola di wilayah Bumi Nyiur Melambai.
Menurut Mamuaya, perjalanan sepak bola Sulawesi Utara membutuhkan sentuhan baru yang mampu membangkitkan kembali prestasi serta memberi ruang bagi para mantan pemain yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian. Ia percaya bahwa dengan kepemimpinan Fiko Onga, perubahan signifikan dapat terwujud.
“Pak Fiko Onga lebih pas memimpin PSSI Sulawesi Utara untuk meraih prestasi,” ujarnya menegaskan. Sebagai salah satu senior di Persma Manado, Mamuaya bercerita bahwa di masa lalu ia dan rekan-rekannya pernah mengharumkan nama Sulut melalui sepak bola. Namun kini, ia merasa kontribusi mereka kurang dilibatkan dalam perkembangan sepak bola daerah.
“Kita mesti jujur, kita tidak dipakai lagi. Misalnya mau konsultasi atau soal apapun tentang sepak bola, saya pikir kita cuma mantan lah,” tuturnya. Meski begitu, Mamuaya optimistis bahwa kehadiran Fiko akan membawa angin segar bagi PSSI Sulut. Ia percaya perubahan signifikan dapat terwujud apabila organisasi dipimpin oleh tokoh yang peduli terhadap pembinaan dan pembangunan sepak bola daerah.
“Tapi saya yakin dengan kehadiran Fiko Onga pasti akan membawa perubahan olahraga Sulut ke depan,” tegasnya. Dukungan ini menambah daftar pihak yang mendorong Fiko Onga menjadi nakhoda baru PSSI Sulut, di tengah dinamika jelang pemilihan Ketua Asprov.
Penampilan Fiko Onga di Akhir Pendaftaran
Fiko Onga resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum pada detik-detik penutupan pendaftaran, Senin (8/12/2025) pukul 15.30 WITA di Hotel Minahasa, Manado. Kedatangan Fiko mencuri perhatian karena ia masuk sesaat sebelum batas waktu pendaftaran ditutup. Ia hadir didampingi Staf Khusus Gubernur Sulut bidang olahraga, Christian Yokung, serta rombongan mantan pemain Persma Manado yang dipimpin Stanly Mamuaya.
Fiko menilai organisasi akan berjalan baik jika memahami aturan dasar dan ruh statuta. Sebagai mantan Ketua Askab PSSI Bolaang Mongondow Timur, ia merasa cukup mengenal dinamika internal organisasi sepak bola. “Alasan maju sebagai Ketua PSSI Sulut karena saya mantan Ketua Askab PSSI Boltim. Saya cukup memahami dinamika organisatoris, baik dari Statuta 2020 sampai Statuta 2025. Organisasi ini akan hidup ketika kita memahami apa yang menjadi amanah dan ketentuan roh serta aturan dasarnya,” jelasnya.
Menurutnya, jika pengelolaan tidak berpijak pada aturan, maka sepak bola Sulut sulit melangkah jauh. “Kalau kita tidak memahami itu, maka mandek semua programnya,” jelasnya. Fiko datang membawa energi baru bagi persepakbolaan daerah. “Sebagai olahragawan yang sangat mencintai olahraga, kami membawa nafas perubahan baru untuk Sulut. Lihatlah kami datang bersama senior-senior Persma yang memahami sepak bola di Sulut. Dua minggu ini saya intens bertemu senior dan mengakomodir masukan serta mandat yang diberikan untuk persepakbolaan Sulut,” jelasnya.
Keberanian Mengambil Tanggung Jawab
Fiko mengaku memutuskan maju pada momen akhir pendaftaran sebagai bentuk keberanian mengambil tanggung jawab. “Di injury time ini saya memberanikan diri mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua PSSI Sulut,” jelasnya. Fiko menegaskan bahwa dirinya ingin membangun sepak bola Sulut melalui evaluasi bersama dan keterlibatan semua pihak.
“Yang baik kita pertahankan. Yang belum baik dan belum maksimal akan kita evaluasi dan perbaiki sama-sama dengan melibatkan semua stakeholder sepak bola yang ada,” jelasnya. Dengan gagasan perubahan dan dukungan para tokoh sepak bola, hadirnya Fiko Onga menambah panas dinamika pemilihan Ketua Umum PSSI Sulut. Kini publik menunggu siapa yang akan keluar sebagai nahkoda baru sepak bola Bumi Nyiur Melambai.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar