Mantaps! Bupati Tasikmalaya Siagakan Bencana untuk Antisipasi Hidrometeorologi!

Bencana Hujan Deras di Kabupaten Tasikmalaya

Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Tasikmalaya telah menyebabkan beberapa daerah mengalami bencana longsor dan banjir. Faktanya, hujan yang terus menerus menimpa kawasan tersebut telah memicu berbagai bentuk bencana, termasuk banjir, longsoran tanah, serta kerusakan pada rumah-rumah warga.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana ini, sejumlah rumah warga di berbagai titik mengalami kerusakan cukup parah. Akibatnya, pemilik rumah terpaksa sementara waktu mengungsi ke rumah tetangga atau keluarga terdekat.

Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya merasa prihatin. Oleh karena itu, pihaknya meminta warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya bencana akibat cuaca ekstrem. Hal ini juga mendorong Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, untuk segera menetapkan Kabupaten Tasikmalaya dalam kondisi Siaga Bencana.

Pemkab Tasikmalaya Siapkan Posko Bencana di Beberapa Titik

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, berencana akan segera mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat Bencana yang rencananya akan berlaku hingga April 2026. Penetapan status siaga bencana ini berlaku untuk seluruh wilayah yang berada dalam kawasan dan wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Kepala Bidang Darurat Logistik (Darlog) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Cahyono Rahmat, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah pencegahan dini untuk meminimalisir risiko bencana. Kata Cahyono, langkah-langkah pencegahan tersebut meliputi mitigasi, pemahaman tata cara evakuasi, hingga penyelamatan saat terjadi bencana.

"Ini kategorinya banyak, mulai dari gerakan tanah, banjir, hingga angin kencang dan puting beliung," kata Cahyono Rahmat kepada wartawan, Minggu (07/12). Ia juga mengimbau Kecamatan dan Desa yang masuk wilayah risiko bencana untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana.

Dalam upaya menyikapi dan antisipasi bencana hidrometeorologi yang terjadi di berbagai daerah, Pemkab Tasikmalaya bersama Forkopimda membentuk posko terpadu. Posko tersebut digagas oleh Polres Tasikmalaya bersama TNI dan pemerintah daerah, dengan titik utama di Manonjaya, Salawu, Kadipaten, dan Cipatujah.

Untuk itu, beberapa waktu lalu telah digelar apel kesiapsiagaan di Ciheras, Kecamatan Cipatujah, sebagai upaya edukasi kepada masyarakat agar waspada dan mampu melakukan mitigasi mandiri saat bencana terjadi.

“Kami juga berencana menjalin kerja sama dengan Perhutani untuk menangani persoalan banjir dan longsor yang kerap melanda beberapa wilayah,” terang Plt Kalak BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni Aks kepada wartawan, Senin (08/12).

Menurut Roni, ekosistem alam merupakan satu kesatuan, sehingga perlu upaya bersama seperti reboisasi hutan dan normalisasi sungai melalui kerja sama dengan BBWS maupun PSDA. Minimnya pepohonan, tegas Roni, pun berpotensi memicu longsor karena ikatan tanah menjadi lemah.

"Bencana tidak hanya dipicu oleh curah hujan tinggi, tapi juga diperparah oleh persoalan sampah dan minimnya pepohonan," terang Roni.

Untuk itu, urai Roni, perlu adanya sinergitas semua pihak termasuk masyarakat agar dampak bencana dapat diminimalisir. Roni berharap, dengan dibentuknya posko penanganan bencana bisa dilakukan cepat.

Diingatkan Roni, ancaman bencana jadi fokus utama menjelang Natal dan Tahun Baru. "Kami telah melakukan rapat koordinasi lintas sektor untuk memprioritaskan keselamatan pengguna jalan," ujar Roni.

Roni menuturkan bahwa keputusan dari rapat itu antara lain pemangkasan pohon di sepanjang jalan nasional wilayah Tasikmalaya Utara hingga perbatasan Garut, yang akan dilakukan minggu depan. "Kami mengambil sikap ini bersama lintas sektoral untuk mencegah pohon tumbang yang diakibatkan cuaca ekstrem," tandas Roni.

Sementara itu, Sekretaris Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jajang Nugraha, saat dikonfirmasi soal SK Bupati terkait Siaga Bencana menyebutkan bahwa pihaknya telah menanyakan seputar SK itu ke Tata Usaha Pimpinan (Tupim), namun menurut Tupim masih dalam proses.

“SK nya masih dalam proses administrasi pak, nanti secepatnya saya informasikan,” kata Jajang kepada aiotrade saat dimintai seputar Nomor SK tersebut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan